[ 2025-08-11 ]
Gandeng Psikolog, Rutan Pekalongan Gelar Seminar Pemulihan Adiksi untuk Warga Binaan
Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berupaya membekali warga binaannya dengan keterampilan dan wawasan positif sebagai bekal kembali ke masyarakat. Salah satu wujudnya adalah melalui seminar pemulihan adiksi yang digelar di Aula Rutan setempat, Sabtu (9/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 32 warga binaan peserta program rehabilitasi narkoba.
Seminar ini bertujuan memberikan pengetahuan mendalam serta motivasi untuk bangkit dari jeratan narkoba, sekaligus mempersiapkan peserta agar dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari ketergantungan setelah keluar dari masa tahanan.
Hadir sebagai narasumber, Nur Agustina, seorang psikolog sekaligus Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan, menyampaikan materi yang membahas tuntas mengenai mekanisme adiksi, dampak buruknya terhadap fisik dan mental, hingga langkah-langkah praktis dalam proses pemulihan.
“Adiksi bukan hanya sekadar kebiasaan buruk, melainkan sebuah kondisi yang memengaruhi fungsi otak dan perilaku seseorang. Pemulihan tidak terjadi dalam semalam, tetapi melalui proses bertahap yang membutuhkan kesadaran, kemauan, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Kalian semua berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri,” tegas Agustin, sapaan akrabnya di hadapan para peserta.
Ia juga mengajak warga binaan untuk mengubah cara pandang terhadap masa depan.
"Kalian mungkin pernah terjatuh, tetapi bukan berarti kalian tidak bisa bangkit. Kunci pemulihan adalah menerima masa lalu, memaafkan diri sendiri, dan membangun tujuan hidup baru. Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan ketika merasa kesulitan,” ujarnya.
Menurutnya, selama sesi berlangsung, para peserta tampak antusias dan aktif berdiskusi. Mereka tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman pribadi terkait tantangan yang dihadapi dalam menjalani rehabilitasi.
"Suasana interaktif ini menunjukkan adanya dorongan kuat dari dalam diri mereka untuk berubah,"imbuhnya.
Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Pekalongan, Anang Saefulloh, menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembinaan di Rutan Pekalongan.
“Kami berharap seminar ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan. Adiksi adalah masalah serius, dan proses pemulihannya membutuhkan pemahaman serta dukungan yang kuat. Di sini, kami tidak hanya memenjarakan, tetapi juga membina dan mempersiapkan mereka agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Anang menilai, kegiatan ini menjadi upaya nyata adanya sinergi positif antara Rutan Pekalongan, instansi pemerintah daerah, dan tenaga profesional di bidang psikologi dalam mendukung pemulihan warga binaan.
"Harapannya, para peserta tidak hanya memahami teori pemulihan, tetapi juga membawa pulang semangat untuk benar-benar mengubah diri, sehingga masa depan yang lebih cerah dapat terwujud ketika mereka selesai masa pidananya dan kembali ke masyarakat,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)