[ 2025-08-07 ]
Kolaborasi Museum Batik dan Sekolah Dasar: Edukasi Budaya Lewat Pelatihan Membatik
Kota Pekalongan — Upaya pelestarian budaya batik terus diperkuat melalui kolaborasi antara Museum Batik Pekalongan dan satuan pendidikan dasar. Dalam kegiatan pelatihan membatik, sejumlah siswa dari berbagai SD di Kota Pekalongan mendapat kesempatan untuk belajar membatik secara langsung dengan suasana yang edukatif dan menyenangkan di Museum Batik Pekalongan.
Pelatihan ini mendapatkan respon baik dari seluruh satuan pendidikan yang terlibat, salah satunya SDN Bendan 4. Guru muatan lokal batik yang hadir mendampingi peserta didik mengikuti pelatihan, Fitri Dwi Ramadhani mengaku sangat terbantu dengan terselenggaranya kegiatan tersebut dalam memperkuat materi muatan lokal di sekolahnya. "Di sekolah kami ajarkan teori dan sedikit praktik, tapi di museum anak-anak bisa mengalami sendiri proses membatik dari awal,” ujarnya saat ditemui pada kegiatan tersebut, Rabu (6/8/2025).
Dijelaskan Fitri, sebelum latihan, kegiatan dimulai dengan pemutaran video edukatif mengenai sejarah dan ragam batik Indonesia, kemudian dilanjutkan praktik membatik menggunakan canting dan cap. Ia menuturkan bahwa para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan dengan semangat.
Senada, guru kelas SDN Bendan 8, Noviroh juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. “Anak-anak kami sangat semangat, sejak pagi sudah tidak sabar berangkat. Mereka sekarang tahu apa itu mori, canting, malam dan hal-hal yang sebelumnya hanya mereka dengar di kelas," tandasnya.
Sementara itu, salah satu siswa peserta, Azril Rahandika Fariq dari SDN Bendan 4, menyampaikan kesan pertamanya membatik secara langsung. “Baru pertama kali ke museum dan langsung diajari membatik. Seru banget! Saya suka karena bisa coba sendiri dan tempatnya juga keren," terangnya.
Pelatihan ini memperkuat peran Museum Batik sebagai mitra pendidikan dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya sejak dini. Melalui pendekatan langsung, siswa tidak hanya belajar membuat batik, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)