[ 2025-08-06 ]
Cegah Anemia dan Stunting Sejak Dini, Dinkes Beri Tablet Tambah Darah Remaja Putri
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan upaya preventif dalam menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan generasi muda. Salah satu langkah konkret yang saat ini dijalankan adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri usia sekolah, khususnya di jenjang SMP sederajat. Pemberian TTD ini dilakukan bersamaan dengan Kick Off Aksi Bergizi dan Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung di SMP Negeri 13 Kota Pekalongan, Selasa (5/8/2025).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menjelaskan bahwa, program Aksi Bergizi dan pemberian tablet zat besi merupakan bagian dari aksi konvergensi penurunan stunting yang digalakkan secara serentak di kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Arahan ini datang langsung dari Gubernur Jawa Tengah, yang mendorong seluruh daerah untuk berkomitmen menyasar kelompok remaja putri sebagai langkah awal pencegahan stunting sejak dini.
“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya pada saat bayi atau balita saja, namun harus dimulai sejak masa remaja, terutama remaja putri. Mereka adalah calon ibu, dan jika sejak dini kita pastikan kesehatannya baik, maka ke depan mereka akan mampu melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” ujar Budi, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, hasil pemeriksaan kadar Hemoglobin (HB) pada remaja putri di Kota Pekalongan yang menunjukkan angka masih cukup mengkhawatirkan. Dimana, tercatat sekitar 40 persen anak sekolah mengalami anemia, artinya 4 dari 10 remaja putri kekurangan zat besi dalam darahnya.
"Ini cukup memprihatinkan. Angka tersebut menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk intervensi gizi, khususnya pada kelompok remaja. Anemia ini banyak disebabkan oleh pola makan yang kurang mengandung zat besi, serta kurangnya edukasi saat remaja putri mulai mengalami menstruasi,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan membagikan tablet tambah darah secara langsung kepada para siswi. Pemberian ini dilakukan secara terjadwal dan diawasi, terutama selama masa menstruasi, karena pada fase ini tubuh remaja perempuan memerlukan zat besi lebih banyak. Tablet ini diberikan satu minggu dalam sebulan selama masa haid berlangsung.
"Program ini tidak hanya berfokus pada distribusi tablet, tetapi juga menyasar aspek edukasi dan perubahan perilaku. Petugas kesehatan yang hadir di sekolah juga memberikan penyuluhan gizi, pentingnya sarapan, konsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan diri,"terangnya.
Budi berharap, program ini mendapatkan dukungan aktif dari sekolah, orang tua, dan masyarakat luas, terutama dalam memberikan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya menjaga asupan gizi dan mengonsumsi TTD secara rutin.
“Peran orang tua juga penting, terutama ibu-ibu di rumah agar mengingatkan putrinya untuk meminum tablet tersebut secara rutin. Jangan sampai anak-anak hanya dibebani pengetahuan akademik tanpa perhatian pada aspek kesehatan fisik mereka,” katanya.
Menurutnya, pogram Aksi Bergizi dan pemberian TTD ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Pekalongan dalam mempersiapkan generasi emas 2045. Dengan memastikan remaja hari ini tumbuh sehat, kuat, dan bebas anemia, maka akan lahir generasi masa depan yang lebih produktif dan berdaya saing.
Salah seorang siswi kelas IX SMP Negeri 13 Kota Pekalongan, Anzil Alaina Rahmah atau yang akrab disapa Alin, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan Aksi Bergizi di sekolahnya. Ia merasa mendapat wawasan baru mengenai pentingnya zat besi bagi kesehatan remaja putri, khususnya dalam mencegah anemia.
"Saya senang karena mendapat informasi baru tentang pentingnya zat besi dan merasa lebih diperhatikan dalam aspek kesehatan. Sebelumnya, Saya memang sudah pernah mengonsumsi tablet tambah darah, karena sejak kelas VII di sekolah ini sudah ada kebiasaan pemberian TTD, khususnya bagi anggota ekskul PMR. Kebetulan saya ikut PMR dan rutin mengonsumsi TTD selama satu minggu saat menstruasi," ujar Alin.
Ia juga menuturkan bahwa kegiatan Aksi Bergizi di sekolahnya diawali dengan senam sehat bersama, makan bergizi gratis, pemberian tablet tambah darah (TTD), dan pemeriksaan kesehatan gratis.
"Seru dan bermanfaat. Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan agar kami para remaja lebih sadar menjaga kesehatan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)