[ 2025-08-06 ]
Lomba Balita Sehat Ceria 2025, Dorong Orang Tua Wujudkan Pemenuhan Gizi Anak
Kota Pekalongan – Masih dalam rangkaian memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kembali menggelar Lomba Balita Sehat Ceria yang diselenggarakan di Ruang Jlamprang Setda Kota Pekalongan pada Senin siang (04/08/2025). Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Inggit menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan selaku penyelenggara acara. Menurutnya, lomba ini memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi bagi anak-anak usia dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan yang telah menyelenggarakan Lomba Balita Sehat Ceria dalam rangka Hari Anak Nasional 2025. Kegiatan ini sebenarnya rutin diadakan, namun sempat vakum saat pandemi Covid-19. Tahun 2025 ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya kembali pasca pandemi. Semoga kegiatan ini bisa menjadi penyemangat dan motivasi bagi masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih memperhatikan kesehatan dan gizi anak-anak mereka, khususnya yang masih balita,” ujar Inggit.
Lebih lanjut, Inggit menekankan bahwa, keberhasilan tumbuh kembang anak tidak hanya bergantung pada kondisi anak semata, namun juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, termasuk pola asuh dan gaya hidup sehat dari orang tua.
“Penilaian balita sehat ceria ini tidak hanya berdasarkan kondisi anaknya saja, tetapi juga melihat bagaimana lingkungan sekitarnya mendukung, termasuk bagaimana pola hidup sehat orang tuanya. Semuanya dinilai secara holistik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menjelaskan bahwa peserta lomba merupakan balita terbaik yang telah diseleksi dari 27 kelurahan se-Kota Pekalongan. Masing-masing kelurahan mengirimkan satu perwakilan balita terbaik.
"Lomba ini diikuti oleh 27 peserta, yang merupakan balita terbaik hasil seleksi dari masing-masing kelurahan. Dalam penilaian, kami tidak hanya menilai aspek kesehatan fisik, tetapi juga beberapa indikator lainnya seperti status gizi, kesehatan gigi dan mulut, aspek psikologi perkembangan anak, pola asuh yang diberikan oleh orang tua, kelengkapan imunisasi, serta lingkungan tempat tinggal dan pola hidup bersih sehat keluarga,” jelas Budi, sapaan akrabnya.
Menurutnya, lomba balita sehat ini sebelumnya berjenjang hingga tingkat provinsi, namun sejak pandemi Covid-19, pelaksanaannya tidak diadakan lagi, sehingga dibatasi hanya di tingkat kota.
“Dulu, lomba ini bisa sampai ke tingkat provinsi. Tapi sejak pandemi, jenjang lomba dibatasi hanya sampai tingkat kota. Meskipun demikian, kami tetap berkomitmen menyelenggarakannya agar semangat membangun generasi sehat tetap terjaga,” imbuhnya.
Budi berharap, melalui kegiatan ini, para orang tua dapat semakin sadar akan pentingnya memberikan perhatian penuh pada aspek tumbuh kembang anak, tidak hanya dari sisi fisik namun juga mental dan lingkungan.
“Kami ingin lomba ini bisa mendorong orang tua untuk lebih aktif memberikan pola asuh terbaik bagi anak-anak mereka, karena mereka inilah calon generasi emas yang diharapkan dapat menjadi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas pada tahun 2045,” pungkasnya. (Tim Liputan Kominfo/Dian).