[ 2025-08-06 ]
Pemkot Pekalongan Terus Dorong Kemandirian Masyarakat Lewat Pelatihan Keterampilan Kerja
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Upaya ini menjadi salah satu strategi nyata menghadapi tantangan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru bagi warga.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid saat ditemui pada penyerahan hibah gerobak, di kantor Dindagkop-UKM setempat, Senin (4/8/2025) mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap pelatihan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi indikator positif bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya memiliki keterampilan tambahan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis ini.
“Kalau dulu kami harus mencari peserta, sekarang peserta justru datang sendiri. Karena jumlahnya banyak, sekarang kami lakukan seleksi setiap ada pembukaan pelatihan,” ungkapnya.
Dijelaskan Wali Kota Aaf bahwa pelatihan BLK didanai dari berbagai sumber, termasuk APBD Kota, dana Provinsi, dan DBHCHT, sebagai bentuk sinergi anggaran untuk meningkatkan kapasitas SDM. Pemerintah juga terus menyesuaikan jenis pelatihan dengan kebutuhan lapangan kerja dan tren keterampilan masa kini.
Terkait jenis keterampilan, dikatakan Aaf pelatihan yang ditawarkan meliputi digital marketing, tata boga, tata rias, bengkel motor dan mobil, pengelasan dan lainnya. Semua kompetensi ini dirancang agar masyarakat tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap membuka usaha mandiri.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar pemerintah agar masyarakat punya bekal saat menghadapi situasi ekonomi yang mungkin tidak menentu. Dengan keahlian, mereka bisa bertahan, bahkan tumbuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mendorong para lulusan pelatihan untuk berani mencari peluang di luar kota hingga luar negeri. Harapannya, mereka bisa membawa kembali ilmu dan pengalaman untuk membangun Kota Pekalongan dari sektor ekonomi.
Terpisah, salah satu peserta pelatihan BLK pada kompetensi menjahit, Somad, warga Kebulen, saat ditemui di ruang pelatihan BLK pada Senin (4/8/2025), mengaku sangat terbantu dengan materi yang diberikan.
"Materinya sangat lengkap, mulai dari pengenalan alat jahit, cara menjahit lurus, membuat pola, sampai bisa menghasilkan produk yang siap pakai," tandasnya.
Sebagai peserta pemula, ia merasa penyampaian materi oleh instruktur sangat jelas dan mudah dipahami. Lebih lanjut, setelah lulus pelatihan ia ingin membuka usaha sendiri.
"Saya lihat di lingkungan tempat tinggal saya cukup potensial untuk usaha menjahit. Jadi, saya ingin manfaatkan ilmu ini untuk buka usaha sendiri," tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea/Allem)