Details Foto


ULD Lakondik-Unikal Perkuat Pendidikan Inklusi Lewat Program PLP

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-08-06 ]

ULD Lakondik-Unikal Perkuat Pendidikan Inklusi Lewat Program PLP

Kota Pekalongan – Unit Layanan Disabilitas (ULD) Lakondik bersama Universitas Pekalongan (Unikal) menjalin kolaborasi strategis dalam mendukung penguatan pendidikan inklusif di Kota Pekalongan. Salah satu wujud nyata dari kerja sama ini adalah pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang menempatkan mahasiswa pada sekolah-sekolah rintisan inklusi mitra ULD Lakondik. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 25 Agustus hingga 19 Desember 2025.

Kegiatan PLP mendapatkan apresiasi dari Kepala Bidang PAUD dan PNF, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah. Ia menilai bahwa sinergi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung perluasan akses pendidikan yang setara.

“Saya merasa haru dan bangga. Ini adalah bentuk kontribusi nyata dari perguruan tinggi terhadap gerakan pendidikan inklusif. Semoga langkah ini bisa meluas ke program studi lainnya,” ucapnya baru-baru ini pada koordinasi PLP di Dinas Pendidikan.

Menurutnya, PLP di sekolah inklusi ini menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif tidak lagi sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan kampus, sekolah, dan pemerintah. 

Dijelaskan Sherly dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai tenaga pendidik profesional, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memahami pentingnya keberagaman dan keadilan dalam dunia pendidikan. Keterlibatan mahasiswa dalam praktik di sekolah inklusi merupakan langkah penting dalam membangun pendidikan yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK).

 “Kegiatan ini bukan hanya bentuk penguatan kapasitas calon guru, tetapi juga bagian dari upaya bersama menciptakan ruang belajar yang merangkul semua anak, tanpa diskriminasi,” tandasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pekalongan, Susanto mengungkapkan program ini melibatkan mahasiswa FKIP Universitas Pekalongan, khususnya dari Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Ia menuturkan bahwa mahasiswa akan melaksanakan praktik pembelajaran secara langsung di jenjang SD, SMP, serta SKB yang telah mengadopsi prinsip inklusivitas dalam penyelenggaraan pendidikannya.

"Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kepekaan, empati, serta pendekatan pedagogis yang sesuai dengan kebutuhan ABK di ruang kelas yang inklusif,” tukasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)