[ 2025-07-28 ]
Deteksi Dini Stunting dan Gizi Buruk, Dokter Anak Kota Pekalongan Gencarkan Skrining Tumbuh Kembang di Puskesmas
Kota Pekalongan - Guna menekan angka stunting dan masalah gizi pada anak, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggencarkan program skrining tumbuh kembang anak di seluruh puskesmas yang ada di Kota Pekalongan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai bentuk komitmen dokter anak dalam meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia, khususnya di tingkat layanan primer.
Menurut dr. Tri Kusuma Wardani, salah satu dokter spesialis anak yang terlibat dalam program ini, kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan langsung di puskesmas sangat penting untuk menjangkau anak-anak yang mungkin belum terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan atau gizi buruk.
“Pada bulan ini, kita mengadakan penyuluhan di puskesmas dengan harapan bisa menskrining anak-anak yang mengalami gizi kurang, gagal tumbuh, atau stunting. Diharapkan semuanya bisa terdeteksi lebih awal. Karena kalau hanya mengandalkan pasien yang datang ke rumah sakit, tidak akan optimal menjangkau masyarakat yang terlihat sehat tapi sebenarnya membutuhkan perhatian,” jelasnya saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Dukuh baru-baru ini.
Sebagai bagian dari program rutin Dinas Kesehatan, dijelaskan dr. Tri hampir setiap bulan dokter anak dijadwalkan berkunjung ke berbagai puskesmas. Di Kota Pekalongan, sekitar 15 dokter anak dibagi secara merata untuk melaksanakan skrining tumbuh kembang anak.
“Kami dari dokter anak yang ada di Kota Pekalongan dibagi rata ke seluruh puskesmas. Program ini bagian dari upaya karisidenan dokter anak untuk terjun langsung ke masyarakat. Salah satu kegiatan rutin adalah rumah singgah gizi di Puskesmas Dukuh, yang menjadi titik deteksi anak-anak dengan masalah gizi,” tambahnya.
dr. Tri juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua, khususnya yang memiliki anak balita. Ia menekankan pentingnya kehadiran rutin ke posyandu sebagai langkah awal dalam deteksi stunting dan masalah gizi.
“Kami mengimbau orang tua untuk rutin membawa anak-anak ke posyandu. Di sana, anak akan diperiksa berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala untuk mendeteksi apakah pertumbuhannya sesuai. Kalau dirasa ada keterlambatan perkembangan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Melalui program skrining dan edukasi yang berkesinambungan ini, serta dalam momentum HUT IDAI, diharapkan kasus stunting dan gizi buruk di Kota Pekalongan dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah juga berharap kesadaran orang tua terhadap pentingnya pertumbuhan anak yang optimal semakin meningkat.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)