Details Foto


RS Zaky Djunaid dan Dindik Gelar Assesment Psikologi

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-07-28 ]

Peringati HAN 2025, RS HA Zaky Djunaid dan Dindik Fasilitasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Kota Pekalongan - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 yang jatuh pada tanggal 23 Juli, Rumah Sakit H.A Zaky Djunaid menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kota Pekalongan. Dengan menggandeng Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, rumah sakit tersebut menggelar kegiatan asesmen psikologi dan lomba mewarnai bagi puluhan anak-anak usia Kelompok Bermain (KB) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak di wilayah Kota Pekalongan. Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya deteksi dini tumbuh kembang anak tersebut berlangsung di Rumah Sakit H.A Zaky Djunaid Kota Pekalongan, Minggu (27/7/2025).

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesiapan anak-anak dalam memasuki masa belajar yang lebih formal. Selain menjadi ajang edukatif, acara ini juga memberi ruang kepada anak-anak untuk berekspresi melalui kegiatan lomba mewarnai, sekaligus menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan daya motorik halus mereka sejak dini.

Direktur Rumah Sakit H.A Zaky Djunaid, dr. Emy Widyarti, MPH menyampaikan bahwa, kegiatan asesmen psikologi ini dirancang untuk mendeteksi sejak dini berbagai kemungkinan gangguan perkembangan pada anak.

“Kami berusaha membantu mempersiapkan anak-anak agar siap memasuki dunia pendidikan. Bila ditemukan indikasi keterlambatan atau kelainan perkembangan dalam asesmen ini, maka masih ada peluang besar untuk menangani secara cepat, terutama bagi anak yang usianya masih sangat dini,” ujar dr. Emy.

Asesmen ini dilakukan oleh tim psikolog dan tenaga medis berpengalaman dari rumah sakit. Kegiatan ini diikuti oleh 36 anak-anak KB, PAUD dan TK, dimana mereka yang mengikuti asesmen mendapatkan penilaian menyeluruh terhadap aspek kognitif, emosional, serta keterampilan sosial mereka.

"Selain itu, para orang tua juga diberikan hasil evaluasi serta rekomendasi penanganan bila ditemukan permasalahan tumbuh kembang yang perlu mendapatkan perhatian khusus,"terangnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menilai inisiatif yang diambil oleh RS H.A Zaky Djunaid sangat bermanfaat, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi para orang tua dan pendidik.

“Kegiatan yang dilaksanakan Rumah Sakit H.A Zaky Djunaid ini luar biasa. Rumah sakit ini sangat memperhatikan anak-anak yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat terutama orang tua jadi mendapatkan edukasi penting mengenai bagaimana cara mengenali dan menangani permasalahan tumbuh kembang anak sejak dini. Hal ini penting agar tidak terjadi keterlambatan yang berkepanjangan,” jelas Sherly.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak. Padahal, intervensi dini yang tepat sangat menentukan keberhasilan pendidikan dan perkembangan anak ke depan.

Sementara itu, lomba mewarnai yang diadakan bersamaan dengan asesmen psikologi turut menjadi magnet antusiasme anak-anak. Mereka terlihat gembira dan penuh semangat mengikuti lomba tersebut. Beberapa karya terbaik mendapat penghargaan dari pihak penyelenggara, sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak-anak.

Melalui kegiatan ini, dirinya berharap dapat mendorong sinergi antara dunia kesehatan dan dunia pendidikan dalam menciptakan generasi anak-anak yang sehat, cerdas, dan bahagia.

"Peringatan Hari Anak Nasional 2025 pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya peran semua pihak dalam pemenuhan hak-hak anak, termasuk hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bahwa pendekatan holistik terhadap pendidikan anak harus dimulai sejak usia dini, mencakup aspek fisik, mental, emosional, dan sosial,"tegasnya.

Orang tua peserta pun menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka merasa terbantu karena mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai tahapan tumbuh kembang anak.

"Biasanya kami hanya mengandalkan penilaian dari guru di sekolah. Tapi dengan kegiatan ini, kami jadi tahu aspek-aspek psikologis anak yang perlu diperhatikan,” tukas Rina, salah satu orang tua peserta. (Tim Liputan Kominfo/Dian).