[ 2025-07-28 ]
Gelar FGD, Dinas Pendidikan Genjot Implementasi Wajar 13 Tahun
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak sejak usia dini. Kegiatan ini melibatkan Bunda PAUD Kota Pekalongan, pengawas pendidikan, Pokja PAUD, para tenaga pendidik, serta narasumber dari Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di ruang Buketan Kantor Sekretariat Daerah setempat, Jumat (25/7/2025).
Program Wajib Belajar 13 Tahun merupakan kebijakan nasional yang mewajibkan satu tahun pendidikan prasekolah sebelum jenjang dasar. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimulai sejak masa emas perkembangan anak.
“Program ini adalah langkah konkret untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, tidak hanya mulai dari SD, tetapi sejak usia dini. Kami di Kota Pekalongan sudah mulai menggencarkan sosialisasi bersama Dinas Pendidikan, pengawas, pendidik dan Pokja PAUD,” jelas Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya pada kegiatan tersebut.
Ia menuturkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen, termasuk masyarakat. Program pusat ini harus dipahami baik provinsi, kabupaten/kota, bahkan masyarakat. Oleh sebab itu, Bunda PAUD, pendidik, dan pengawas memiliki peran krusial dalam implementasi program ini, sebagai upaya untuk menanamkan nilai luhur dan membentuk karakter sejak awal.
"Kesempatan emas kita jadikan aharing berdiskusi berbagai pandangan, merumuskan langkah strategis dalam mengimplementasikan khususnya kota Pekalongan, dengan hadirnya narsum dari Kemendikdasmen kita harapkan mendapatkan masukan dan informasi untuk menyamakan persepsi memperkuat agar bisa menemukan solusi terbaik untuk menghadapi berbagi tantangan wajar 13 tahun," tandasnya.
Sementara itu, Deni Wijaya Utama, Direktorat PAUD Kemendikdasmen menyoroti pentingnya pendidikan sejak usia 1 tahun sebagai bagian dari fase Golden Age, yaitu masa pertumbuhan otak yang pesat dan kritis bagi perkembangan jangka panjang anak.
“Mengapa usia 1 tahun penting? Karena pada fase ini, anak membentuk pondasi kognitif, sosial, emosional, dan keterampilan hidup. PAUD menjadi kunci membentuk karakter, literasi awal, hingga kesiapan sekolah,” terangnya.
Ia juga menggarisbawahi hasil berbagai riset yang menunjukkan bahwa anak yang mengikuti PAUD memiliki tingkat kesiapan sekolah dan kemampuan literasi yang lebih tinggi. Salah satu indikatornya adalah hasil uji Marshmallow Test yang menunjukkan anak PAUD lebih mampu mengatur diri dan menunda kepuasan, skill penting dalam menghadapi dunia modern.
Untuk menyukseskan Wajar 13 Tahun, pemerintah pusat mendorong dua pendekatan utama yakni peningkatan mutu Mutu PAUD, meliputi akreditasi satuan PAUD, peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Penguatan Tata Kelola berupa pembentukan kebijakan dan regulasi pendukung, koordinasi lintas sektor, serta penguatan lembaga dan dukungan anggaran.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh jajaran terkait melakukan penandatanganan komitmen terkait implementasi wajib belajar 13 tahun di Kota Pekalongan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)