Details Foto


Sosialisasi Kreatif Dukung Program Gizi: Pemkot Pekalongan Gaungkan Olahan Ikan untuk Atasi Stunting

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-07-25 ]

Sosialisasi Kreatif Dukung Program Gizi: Pemkot Pekalongan Gaungkan Olahan Ikan untuk Atasi Stunting

Kota Pekalongan - Aula Techno Park Kota Pekalongan menjadi saksi geliat semangat para kader PKK dan Posyandu dari 27 kelurahan dalam pelatihan pengolahan ikan yang digagas oleh Pokja 3 TP PKK Kota Pekalongan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini tak hanya menyajikan inovasi kuliner, tetapi juga membawa misi mulia yaitu mengatasi stunting dan meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas di kalangan masyarakat. Kamis, (24/7/2025).

Bunda Gemari Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menekankan bahwa kegiatan pengolahan ikan telah menjadi agenda rutin yang disinergikan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan. Tujuannya bukan semata kuliner, tetapi sebagai wujud nyata dari program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) di seluruh kelurahan.

“Harapannya, dengan pelatihan olahan ikan ini, para kader bisa menciptakan alternatif menu bergizi bagi anak-anak, terutama di bawah usia dua tahun, yang rentan mengalami stunting,” ungkapnya.

Menurut Inggit, ikan menjadi pilihan ideal karena kaya akan protein, harga terjangkau, dan mudah diolah. Ia mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan pola makan anak, dengan mengacu pada prinsip “Isi Piringku” yang mencakup karbohidrat, vitamin, mineral, dan protein. Ia juga memahami tantangan yang dihadapi keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun kesibukan ibu bekerja, sehingga pelatihan ini dapat memberi solusi praktis namun tetap sehat.

“Saya sebagai Bunda Gemari akan terus menggaungkan kampanye gemar makan ikan, agar anak-anak kita sehat, cerdas, dan angka stunting di Kota Pekalongan bisa ditekan,” tambahnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Sugiyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sosialisasi gemar makan ikan yang sebelumnya menyasar balita dan ibu hamil pada bulan Juni. Kini, tahap lanjutan lebih menitikberatkan pada praktik langsung pembuatan menu berbasis ikan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara membuat fish ball dan rolade ikan, dua menu bergizi yang akan menjadi pilihan baru di Dapur Dahsat. Inovasi ini diharapkan bisa memperkaya menu sehat keluarga, sekaligus mendukung upaya pemerintah menanggulangi stunting secara sistematis dan berbasis komunitas.

“Peserta berasal dari unsur perwakilan PKK dan kader Posyandu tingkat kelurahan dan kecamatan. Ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang kuat demi kesehatan generasi masa depan Pekalongan,” ujar Sugiyo.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini berhasil memadukan edukasi gizi, pelatihan praktis, dan advokasi sosial yang berkesinambungan. Masyarakat didorong untuk memahami bahwa pemenuhan gizi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi butuh partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Tak hanya menciptakan menu baru, pelatihan ini menciptakan harapan, bahwa dengan konsumsi ikan yang meningkat, anak-anak Pekalongan akan tumbuh lebih sehat, kuat, dan bebas dari stunting.


(Tim Liputan Pemerintah Kota Pekalongan / Maul)