Details Foto


TMMD Tahap III Sasar Pengecoran Jalan dan Rehab RTLH

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-07-24 ]

TMMD Tahap III Sasar Pengecoran Jalan dan Rehab RTLH di Kelurahan Panjang Wetan

Kota Pekalongan – Kodim 0710/Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini secara resmi dimulai melalui upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Jetayu, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (23/7/2025).

Upacara tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum, drg. Agust Marhaendayana, dan dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari unsur TNI Kodim 0710/Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, Brimob, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Linmas, ASN, Menwa, organisasi masyarakat, serta warga Kelurahan Panjang Wetan.

Dalam sambutannya, drg. Agust Marhaendayana, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan TMMD. Program ini dinilai selaras dengan visi pembangunan Kota Pekalongan yang mengedepankan inklusivitas, kolaborasi, serta penguatan infrastruktur dan ketahanan sosial masyarakat.

“Program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat jiwa kebangsaan, kesadaran sosial, dan semangat gotong royong masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah secara menyeluruh,” tegas drg. Agust membacakan amanat Wali Kota Aaf.

Ia juga berharap melalui TMMD, masyarakat dapat semakin merasa dilibatkan dalam proses pembangunan dan memiliki kepedulian untuk menjaga serta merawat hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai.

drg Agust menyatakan bahwa program seperti TMMD harus terus didukung dan dipertahankan. Pemerintah Kota berkomitmen untuk menyinergikan pembangunan yang dilakukan oleh berbagai unsur, agar bisa berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan menyentuh masyarakat lapisan bawah.

“Kami menyambut baik kolaborasi yang tercipta dalam TMMD ini. Semoga menjadi model pembangunan daerah berbasis partisipasi dan kebersamaan yang dapat direplikasi di kelurahan lain,” tegas drg. Agust.

Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, melalui Danramil 01/Pekalongan Barat, Kapten Inf Wiyoto, menjelaskan bahwa, kegiatan fisik TMMD tahun ini akan difokuskan pada dua sasaran fisik utama. Yakni pertama, Pengecoran Jalan di Gang Lumba-lumba, RT 06 RW 11, Kelurahan Panjang Wetan, yang terbagi menjadi dua segmen, dimana segmen I sepanjang 161 meter, lebar bervariasi antara 1,9 hingga 4,5 meter dan segmen II sepanjang 36 meter, lebar 1,9 hingga 4,5 meter.

"Sasaran kedua berupa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 8 unit rumah, yang dihuni oleh keluarga kurang mampu di wilayah setempat,"ucap Danramil Kapten Inf Wiyoto.

Dirinya menyebut, kegiatan TMMD akan berlangsung selama 30 hari, dan dalam kegiatan ini menerjunkan 30 personel TNI untuk mendukung kelancaran program. Selain membangun secara fisik, Kodim 0710/Pekalongan juga ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Pelaksanaan TMMD di Panjang Wetan tak hanya diisi oleh kerja fisik personel TNI, tetapi juga melibatkan langsung masyarakat setempat. Warga dilibatkan dalam proses pengerjaan pengecoran jalan dan rehab rumah, mulai dari persiapan lahan, pengangkutan material, hingga pendampingan tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, tapi juga wadah pemersatu masyarakat dan TNI,"terangnya.

Selain itu, adanya rehabilitasi rumah tidak layak huni membawa dampak sosial yang besar bagi para penerima manfaat. Mereka yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak kini mendapatkan tempat tinggal yang lebih sehat dan aman, sekaligus memulihkan martabat sosial keluarga.


"TMMD Tahap III ini juga menggambarkan kuatnya kerja sama multipihak, baik dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, hingga partisipasi warga. Program ini menjadi contoh bagaimana pembangunan tidak selalu membutuhkan sumber daya besar, tetapi lebih pada komitmen bersama dan semangat gotong royong,"bebernya.

Dengan dibukanya TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Panjang Wetan kini menyongsong harapan baru berupa akses jalan yang lebih layak dan rumah yang lebih sehat. Bukan hanya infrastruktur yang terbangun, tetapi juga nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, solidaritas, dan nasionalisme yang turut diperkuat.

"Melalui program ini, TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai mitra nyata dalam membangun peradaban yang lebih baik, dimulai dari desa dan lingkungan masyarakat paling bawah. TMMD membuktikan bahwa pembangunan sejati adalah yang tumbuh dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan TNI sebagai penggerak sekaligus penjaga semangat kebersamaan,"tukasnya. (Tim Liputan/Kominfo).