Details Foto


Kasus HIV Aids di Kota Pekalongan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-07-22 ]

Terapkan Hidup Sehat dan Jangan Gonta-Ganti Pasangan

Kota Pekalongan - Peningkatan kasus HIV/AIDS di beberapa wilayah, termasuk Kota Pekalongan, menunjukkan bahwa penularan melalui hubungan seks merupakan salah satu jalur utama penularan. Di Kota Pekalongan, sekitar 90% penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seks, baik antara laki-laki dengan perempuan maupun laki-laki dengan laki-laki.

Epidemiolog pada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Opick Taufik mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat dengan tidak bergonta-ganti pasangan.

"Kasus HIV di Kota Pekalongan menunjukkan adanya penurunan jumlah kasus HIV di Puskesmas RS sebanyak 40 kasus dibandingkan tahun lalu. Namun, akses pelayanan tampaknya berkurang, dan di masa depan diharapkan kasus tidak bertambah lagi," ungkapnya.

Kendati demikian, 14 puskesmas di Kota Pekalongan siap melayani pengobatan HIV, begitu pula dengan 8 rumah sakit di Kota Pekalongan.

Salah satu yang dilakukan Dinkes ialah membuat pemetaan keluhan seluruh kelurahan kemudian melalukan pendekatan  dan penanganan kasus yang muncul.

"Di Kota Pekalongan, ada peluncuran program PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) selain penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS pada hubungan yang tidak sehat," ungkap Opick.

Dijelaskan, HIV memiliki window period dimana tes bisa menunjukkan hasil negatif meskipun seseorang terinfeksi. Tes sebaiknya diulang setelah 3-6 bulan. "PrEP dapat dikonsumsi sehari sebelum berhubungan untuk mencegah penularan HIV. Evaluasi penggunaan PrEP dilakukan secara berkala.

Terdapat peningkatan kasus HIV/AIDS sebesar 20 persen pada kelompok heteroseksual dan 35 persen homoseksual. (Laila)