[ 2026-09-10 ]
Ratusan Pelajar Ramaikan FTBI, Jadi Ajang Kreatif Generasi Muda Lestarikan Bahasa Jawa
Kota Pekalongan – Upaya melestarikan bahasa Jawa di kalangan generasi muda terus diperkuat Pemerintah Kota Pekalongan melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026, berlangsung di SDN Tirto 3, Rabu (9/9/2026). Tak sekadar menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini dikemas sebagai ruang bagi pelajar untuk mengenal, mencintai, sekaligus menggunakan bahasa dan budaya Jawa dengan cara yang menyenangkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri menjelaskan, FTBI merupakan agenda tahunan yang digagas Kementerian Pendidikan melalui UPT Balai Bahasa Jawa Tengah. Pelaksanaannya menyasar peserta didik jenjang SD dan SMP dengan materi bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa.
“Bungkusnya memang festival, lomba, tetapi sesungguhnya ini adalah pesta kegembiraan. Kami ingin anak-anak bermain, bergembira, sekaligus mendapatkan edukasi melalui tujuh cabang lomba,” jelasnya.
Pada FTBI jenjang SD tahun ini, ia menyebutkan sebanyak 392 peserta mengikuti tujuh cabang lomba, yakni nembang macapat 57 peserta, nulis lan maca aksara Jawa 67 peserta, ndongeng 38 peserta, sesorah 46 peserta, nulis cerkak 57 peserta, maca geguritan 89 peserta, dan ndhagel ijen 38 peserta.
Mabruri menilai antusiasme peserta menunjukkan dukungan yang semakin kuat terhadap upaya pelestarian bahasa Jawa. Selain peserta yang tampil percaya diri, dukungan guru pendamping hingga orang tua juga terlihat dalam pelaksanaan festival.
“Dari suasananya terlihat anak-anak optimistis dan bergembira. Kesungguhan mereka juga tampak dari penampilan, aksesori yang digunakan, hingga dukungan pendamping dan orang tua. Ini menunjukkan lomba ini didukung banyak pihak,” tandasnya.
Menurutnya, penguatan bahasa Jawa menjadi semakin penting di tengah tantangan perkembangan zaman. Berkurangnya guru yang memiliki kompetensi bahasa Jawa serta kuatnya arus digitalisasi dan penggunaan bahasa global dinilai turut memengaruhi keberlangsungan bahasa daerah.
“Harapannya, melalui kegiatan ini anak-anak semakin mencintai bahasa Jawa sehingga bahasa Jawa tetap lestari. Penutur bahasa Jawa harus terus ada dari generasi ke generasi,” tegas Mabruri.
Setelah pelaksanaan FTBI jenjang SD, kegiatan serupa akan dilanjutkan untuk jenjang SMP. Peserta terbaik selanjutnya berkesempatan mengikuti FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 9–11 Oktober 2026 mendatang.
Melalui FTBI, pihaknya berharap pelestarian bahasa Jawa tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi tumbuh menjadi kecintaan dan kebiasaan yang terus diwariskan generasi muda.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)