[ 2026-07-29 ]
Asah Kreativitas, TBM Dimurti Dorong Pelajar dan Pegiat Literasi Berkarya lewat Film Pendek
Kota Pekalongan – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dimurti terus mendorong pengembangan kreativitas dan literasi masyarakat melalui pelatihan penulisan naskah film yang digelar di Ruang Informatics Learning Center (ILC) Kantor Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini diikuti pelajar SMA, mahasiswa, pegiat literasi, serta masyarakat umum.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (28-29/7/2026), menghadirkan editor dan kameramen Batik TV Pekalongan, Lukman Yulianto, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mengenai dasar penyusunan naskah film, alur skenario, unsur-unsur naskah, hingga praktik penulisan dan pembuatan film.
Pengelola TBM Dimurti, Sri Widiati melalui Panitia pelatihan penulisan naskah film, Mailis Saidah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengajak peserta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menuangkan ide, imajinasi, dan kreativitas dalam bentuk karya audiovisual.
“Harapannya, teman-teman bisa membuat naskah atau skrip film, kemudian dikembangkan menjadi video dan diunggah melalui media sosial. Kami mendorong peserta untuk mulai berkarya melalui konten-konten kreatif, termasuk film pendek,” ujar Mailis disela-sela kegiatan pembukaan pelatihan, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program literasi TBM Dimurti yang didukung pendanaan dari Balai Bahasa. Sebelumnya, TBM Dimurti telah menggelar kegiatan mendongeng dan pelatihan pembuatan konten media sosial. Ke depan, akan dilaksanakan kegiatan penulisan konten budaya lokal bersama Forum Anak serta forum diskusi kelompok mengenai jejak literasi dan karya.
Melalui pelatihan ini, ia berharap peserta semakin percaya diri mengembangkan gagasan menjadi naskah dan karya film pendek yang kreatif, edukatif, serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi digital sebagai media berkarya sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda dan masyarakat luas,"tegasnya.
Salah satu peserta, Kamalia, yang juga pengurus TBM Cahaya Ilmu Bendan Kergon, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pengalaman baru dalam menyusun naskah film dapat menjadi bekal untuk membuat dokumentasi kegiatan sekolah maupun mengikuti berbagai kompetisi pembuatan video.
“Ini baru pertama kali saya mengikuti pelatihan penulisan naskah film. Saya ingin mengetahui proses pembuatannya, karena nantinya bisa dimanfaatkan untuk membuat video kegiatan atau mengikuti lomba. Untuk praktik, saya mencoba membuat ide film bertema ‘Olahraga Itu Capek atau Sehat’ dengan mengambil lokasi di Lapangan Mataram,” tutupnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)