Rilis Berita


SABER AKI dan AKB Perkuat Edukasi Gizi, Orang Tua Diajak Rutin Pantau Pertumbuhan Anak

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-07-27 ]

SABER AKI dan AKB Perkuat Edukasi Gizi, Orang Tua Diajak Rutin Pantau Pertumbuhan Anak

Kota Pekalongan – Program Sapu Bersih Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (Saber AKI dan AKB) yang digelar di UPT Puskesmas Krapyak Kidul dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat edukasi gizi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan anak secara gratis, Kamis (23/7/2026).

Dokter Spesialis Anak, dr. Tri Kusuma Wardani, Sp.A mengungkapkan, dari hasil skrining yang dilakukan, masih ditemukan cukup banyak anak dengan berat badan di bawah target serta beberapa mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Temuan tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

"Alhamdulillah, yang datang ke Puskesmas cukup banyak. Dari beberapa anak yang sudah diskrining, memang masih ada yang berat badannya kurang dan ada juga yang mengalami masalah tumbuh kembang," ujar dr. Tri Kusuma Wardani atau akrab disapa dr. Aan.

Menurutnya, kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang belum memadai serta faktor lingkungan. Ia menjelaskan, pada bayi usia di bawah satu tahun, kenaikan berat badan ideal berkisar 600–800 gram per bulan, sedangkan anak di atas satu tahun dipantau melalui grafik pertumbuhan pada Kartu Menuju Sehat (KMS).

Ia mengimbau para orang tua untuk rutin membawa anak ke Posyandu atau Puskesmas setiap bulan agar pertumbuhan dapat dipantau secara berkala. Dengan pemantauan yang konsisten, gangguan gizi maupun tumbuh kembang dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat. Selain itu, dr.Aan juga menekankan pentingnya memberikan makanan bergizi seimbang.

"Isi piring anak harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan sayur. Jangan hanya nasi dan sayur saja, karena protein sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan gawai dan televisi pada anak tetap dibatasi agar tidak menghambat proses tumbuh kembang.

Salah satu peserta, Dina Inayatillah, warga Kelurahan Krapyak, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut. Menurutnya, pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan anaknya.

"Alhamdulillah kegiatan ini sangat membantu. Kita jadi tahu apa yang masih kurang dari anak. Tadi juga disarankan untuk memperbanyak asupan susu formula karena berat badan anak naiknya masih agak sulit. Semuanya gratis, jadi sangat bermanfaat bagi masyarakat," tukas Dina.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)