Rilis Berita


ASAT Inklusi Sanggar Kegiatan Belajar Utamakan Kemandirian Kebutuhan Individu

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-06-05 ]

ASAT Inklusi Sanggar Kegiatan Belajar Utamakan Kemandirian Kebutuhan Individu

Kota Pekalongan — Sebanyak 36 murid Paket A Inklusi mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), 2-5 Juni 2026. Pelaksanaan asesmen dirancang secara adaptif dengan mempertimbangkan kemampuan, kebutuhan, dan target pembelajaran masing-masing peserta didik.

Kepala SKB, Lisa Anggraeni menjelaskan, materi yang diujikan tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan fungsional yang mendukung kehidupan sehari-hari. Karena itu, soal lebih difokuskan pada Activity of Daily Living (ADL) dengan bentuk yang sederhana, visual, serta disesuaikan dengan kemampuan komunikasi dan pemahaman murid.

"Penilaian lebih menekankan pada perkembangan dan capaian individu dibandingkan perbandingan antar murid," jelasnya.

Ia melihat, tantangan utama dalam pelaksanaan ASAT adalah tingginya keberagaman kemampuan murid, perbedaan rentang konsentrasi, serta kebutuhan pendampingan dan penyesuaian instruksi selama asesmen berlangsung. Untuk menjamin keadilan, SKB melakukan penyesuaian bentuk soal, waktu pengerjaan, cara penyampaian instruksi, hingga pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.

Ke depan, pihaknya mendorong pengembangan instrumen asesmen yang lebih fleksibel dan individual, peningkatan penggunaan media visual serta praktik langsung, dan penguatan kapasitas pendidik agar asesmen inklusi semakin ramah dan efektif.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)