[ 2026-05-29 ]
Jemaah Haji Kota Pekalongan Siap Jalani Puncak Haji 2026, Kemenhaj Pastikan Kondisi Sehat
Kota Pekalongan - Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Pekalongan memastikan seluruh jemaah haji asal Kota Pekalongan dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Tanah Suci. Memasuki fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina, para jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak ibadah, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekalongan, R. Antono menjelaskan, menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah, masyarakat mulai menaruh perhatian besar terhadap rangkaian ibadah yang dijalani para jemaah di Tanah Suci, termasuk jemaah haji asal Kota Pekalongan. Tahapan ibadah mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lontar jumrah di Mina menjadi bagian penting sekaligus puncak dari pelaksanaan ibadah haji.
Ia menyebut seluruh jemaah haji Kota Pekalongan saat ini dalam kondisi baik dan siap menjalani tahapan puncak ibadah haji.
“Alhamdulillah atas doa restu semuanya, seluruh jemaah haji Kota Pekalongan dalam kondisi sehat dan siap mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna,” tutur Antono, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa siang (26/5/2026).
Ia mengungkapkan, puncak ibadah haji merupakan rangkaian pelaksanaan Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, dengan wukuf di Arafah sebagai inti ibadah haji yang wajib dijalani seluruh jemaah.
“Puncak ibadah haji adalah rangkaian pelaksanaan Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, dengan wukuf di Arafah sebagai inti ibadah haji,” jelasnya.
Menurut Antono, seluruh tahapan tersebut membutuhkan kesiapan fisik maupun mental karena jemaah akan menjalani mobilitas tinggi dan aktivitas ibadah yang cukup padat di tengah cuaca panas di Arab Saudi. Oleh karena itu, pihaknya terus mengingatkan para jemaah agar menjaga kesehatan, mengatur pola istirahat, dan memperbanyak konsumsi air putih.
“Rangkaian ini dimulai saat jemaah bergerak menuju Arafah pada 8 Zulhijah 1447 H atau 25 Mei 2026, kemudian mencapai puncaknya pada 9 Zulhijah 1447 H atau 26 Mei 2026 melalui pelaksanaan wukuf di Padang Arafah,” paparnya lebih lanjut.
Berdasarkan jadwal resmi perjalanan haji 1447 H/2026 M dari Kementerian Haji dan Umrah RI, rangkaian puncak ibadah haji dimulai pada 8 Zulhijah 1447 H atau 25 Mei 2026 yang dikenal sebagai Hari Tarwiyah. Pada tahap ini, para jemaah mulai bergerak dari pemondokan di Makkah menuju Mina untuk melaksanakan mabit atau bermalam.
Kemudian pada 9 Zulhijah 1447 H atau 26 Mei 2026 yang bertepatan dengan Hari Arafah, seluruh jemaah bergerak menuju Padang Arafah untuk menjalankan wukuf sebagai rukun utama ibadah haji. Setelah prosesi wukuf selesai, para jemaah melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit.
Selanjutnya pada 10 Zulhijah 1447 H atau 27 Mei 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, jemaah bergerak menuju Mina untuk melaksanakan lontar jumrah Aqabah, dilanjutkan tahallul atau bercukur, hingga pelaksanaan Tawaf Ifadah.
"Sementara itu, pada tanggal 11 hingga 13 Zulhijah 1447 H atau 28–30 Mei 2026 yang dikenal sebagai Hari Tasyrik, jemaah kembali bermalam di Mina dan melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah,"terangnya.
Antono menambahkan, seluruh rangkaian tersebut merupakan inti dari pelaksanaan ibadah haji yang menjadi momen paling sakral bagi umat Islam yang tengah menunaikan rukun Islam kelima. Ia berharap seluruh jemaah haji asal Kota Pekalongan dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur.
Selain itu, momentum puncak ibadah haji juga menjadi pengingat bagi umat Islam di tanah air untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk melaksanakan puasa Arafah dan menyambut Hari Raya Iduladha dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat Kota Pekalongan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)