Rilis Berita


Dekranasda Kota Pekalongan Siap Tampil di Dekranas Expo 2026, Inggit Soraya Dorong UMKM Batik dan Kriya Tembus Pasar Nasional

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-29 ]

Dekranasda Kota Pekalongan Siap Tampil di Dekranas Expo 2026, Inggit Soraya Dorong UMKM Batik dan Kriya Tembus Pasar Nasional

Semarang – Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menegaskan komitmennya dalam mendorong produk-produk unggulan UMKM Kota Pekalongan untuk semakin dikenal luas melalui partisipasi pada Dekranas Expo Tahun 2026 yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026 mendatang.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Rangkaian HUT ke-46 Dekranas yang berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). Pada ajang tersebut, Dekranasda Jawa Tengah akan menghadirkan Paviliun Jawa Tengah yang menjadi pusat promosi berbagai produk unggulan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Dekranas Expo merupakan peluang strategis bagi para pelaku UMKM dan pengrajin untuk memperluas akses pasar. Melalui Paviliun Jawa Tengah yang mengusung konsep “Kampung Joglo”, berbagai produk unggulan daerah akan ditampilkan dalam satu sentral promosi yang diharapkan mampu menarik minat pasar nasional maupun internasional.

Menyambut kesempatan tersebut, Inggit mengungkapkan bahwa Dekranasda Kota Pekalongan telah mengusulkan sejumlah produk unggulan binaan yang merepresentasikan kekuatan sektor batik, kriya, dan kerajinan handmade khas Kota Pekalongan. Produk-produk yang dibawa merupakan hasil karya UMKM yang telah memiliki jangkauan pemasaran hingga tingkat regional dan internasional.

Salah satu produk unggulan yang akan diperkenalkan adalah Batik MH, yang menghadirkan keindahan budaya melalui ciri khas Batik Hokokai dan Batik Pagi Sore. Batik Hokokai dikenal dengan detail ornamen bunga yang kaya dan nuansa klasik yang elegan, sedangkan Batik Pagi Sore menawarkan keunikan dua motif berbeda dalam satu kain yang mencerminkan kreativitas serta fleksibilitas. Perpaduan keduanya menjadikan Batik MH sebagai karya batik bernilai seni tinggi yang tetap relevan dengan perkembangan pasar modern.

Selain batik, Kota Pekalongan juga akan membawa produk kerajinan kreatif dari Racikelir, yang menghadirkan tas berbahan kain perca dengan sentuhan sulaman handmade. Perpaduan warna, motif, dan detail sulaman yang dikerjakan secara manual menghasilkan produk yang unik, ramah lingkungan, serta memiliki karakter kuat sebagai karya kriya bernilai tinggi.

Menurut Inggit, partisipasi dalam Dekranas Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat branding Kota Pekalongan sebagai kota kreatif berbasis budaya. Melalui keikutsertaan ini, produk-produk UMKM diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

“Dekranasda Kota Pekalongan terus berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian warisan budaya melalui pemberdayaan UMKM. Dekranas Expo menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan karya-karya terbaik daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkap Inggit.

Dengan membawa produk-produk unggulan yang mengedepankan kualitas, kreativitas, dan nilai budaya, Dekranasda Kota Pekalongan optimistis keikutsertaan dalam Dekranas Expo 2026 akan membuka peluang pasar baru, memperkuat jaringan bisnis, serta semakin mengukuhkan posisi Kota Pekalongan sebagai salah satu pusat industri kreatif dan batik terkemuka di Indonesia.


(Tim Liputan Pemerintah Kota Pekalongan / Maul)