Rilis Berita


Angkat Tema “Nguri-Nguri Budaya”, KB/TK Muslimat NU Masyithoh 08 Kramatsari Hadirkan Pelepasan Siswa Sarat Makna

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-26 ]

Angkat Tema “Nguri-Nguri Budaya”, KB/TK Muslimat NU Masyithoh 08 Kramatsari Hadirkan Pelepasan Siswa Sarat Makna

Kota Pekalongan - Di tengah arus modernisasi dan pengaruh digital yang semakin kuat, KB & TK Muslimat NU Masyithoh 08 Kramatsari menghadirkan nuansa budaya Jawa dalam kegiatan Akhirussanah Tahun Pelajaran 2025/2026. Tak sekadar menjadi acara pelepasan siswa, kegiatan yang mengusung tema “Nguri-Nguri Budaya” tersebut tampil berbeda dengan berbagai pertunjukan seni tradisional dan filosofi pewayangan sebagai media pembelajaran karakter, agar anak-anak mengenal serta menanamkan nilai luhur budaya bangsa sejak usia dini, berlangsung di Hotel Dafam, Sabtu (23/5/2026).

Kepala KB & TK Muslimat NU Masyithoh 08 Kramatsari, Parlinah menjelaskan bahwa tema budaya Jawa dipilih untuk mengenalkan nilai-nilai luhur warisan leluhur kepada anak-anak, khususnya melalui filosofi pewayangan.

“Tema ini kami angkat supaya anak-anak mendapatkan penanaman karakter dari budaya Jawa Tengah sebagai tonggak kehidupan masa kini menuju masa depan. Dalam tokoh pewayangan ada karakter baik dan kurang baik. Anak-anak bisa belajar memilah mana karakter yang harus diteladani dan mana yang harus dihindari, seperti tokoh Sengkuni,” jelasnya.

Menurutnya, setiap kisah dalam pewayangan memiliki makna batin yang mengandung sisi positif maupun sisi gelap kehidupan manusia. Dari filosofi tersebut, pihak sekolah berharap anak-anak tumbuh menjadi pribadi berkarakter baik, berakhlak, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia merinci, rangkaian kegiatan Akhirussanah diawali dengan penampilan drumband yang memukau para tamu undangan dan wali murid. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa harian, surat-surat pendek, pagelaran wayang kulit, pertunjukan Roro Jonggrang, wayang bocah, geguritan, tari-tarian, hingga dolanan anak tradisional.

Parlinah juga menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi yang terjalin erat antara sekolah dan para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Alhamdulillah, kolaborasi yang kami bangun selama ini berjalan baik. Anak-anak datang diantar orang tua, dan sejak awal sudah menjadi komitmen bersama bahwa dalam mengawal tumbuh kembang anak harus ada kerja sama antara orang tua, sekolah, dan seluruh stakeholder agar maksimal dalam mengantarkan anak menjadi generasi saleh dan salehah,” tambahnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Pekalongan Barat, Sri Winduningsih memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep kegiatan yang dinilai mampu mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda sejak dini.

“Sangat luar biasa. TK ini mengangkat tema budaya Jawa yang saat ini mulai kurang dikenal generasi muda. Ini langkah yang sangat bagus karena dapat memperkenalkan dan mencontohkan budaya kepada anak-anak. Saya sangat mengapresiasi,” tandasnya.

Ia menuturkan harapan kepada para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar agar mampu melewati masa transisi dengan nyaman dan menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas serta aktif.

“Saya mengucapkan selamat kepada anak-anak yang akan melangkah ke jenjang lebih tinggi. Semoga masa transisi menuju SD berjalan baik, nyaman, dan mereka tumbuh menjadi anak yang cerdas, aktif, serta menjadi generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri. Ia mengaku kagum dengan pelaksanaan Akhirussanah yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.

“Saya merasa kagum. Kegiatan akhirussanah atau pelepasan ini menampilkan suasana yang begitu kental dengan budaya Jawa. Ini menggambarkan adanya kebersamaan yang kuat antara orang tua, komite, dan lembaga dalam mengonsep acara yang baik,” sanjungnya.

Menurutnya, kekompakan seluruh pihak terlihat dalam berbagai aspek kegiatan. Ia juga menilai para siswa tampil sehat, ceria, dan percaya diri sebagai hasil positif dari proses pendidikan di sekolah tersebut.

“Kami senang melihat anak-anak tampil sehat, ceria, dan penuh percaya diri. Artinya ada sesuatu yang positif dari hasil belajar dan pendidikan di KB maupun TK Masyithoh 08 Kramatsari,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Mabruri menyampaikan amanat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pentingnya menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi anak.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak, tempat mereka terlindungi secara fisik, spiritual, sosiokultural, psikologis, serta terlindungi dari dampak negatif teknologi digital,” tegasnya.

Kegiatan Akhirussanah ini pun menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pelestarian budaya, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga demi mencetak generasi masa depan yang berakhlak dan berbudaya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)