[ 2026-05-25 ]
Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Iduladha 1447 H
Kota Pekalongan – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) setempat terus memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasaran tetap aman dan terkendali. Pemantauan dilakukan secara intensif bersama tim pengawasan barang beredar selama dua hari, mulai Kamis (21/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026).
Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Adityo melalui Kabid Perdagangan, Fitria Yuliani Kartika mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan empat tim yang diterjunkan ke berbagai titik perdagangan di Kota Pekalongan.
“Alhamdulillah, selama dua hari ini kami bersama tim pemantau barang kebutuhan pokok dan pengawasan barang beredar melakukan pemantauan terkait harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok serta hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah,” tutur Fitria.
Ia menjelaskan, lokasi pemantauan meliputi pasar rakyat, minimarket, supermarket, agen telur, agen gas elpiji 3 kilogram, kios kedelai, SPBU hingga penjual hewan kurban. Khusus untuk tim yang dipimpinnya, pemantauan difokuskan ke minimarket, agen telur dan penjual hewan kurban.
Dari hasil pemantauan di sejumlah minimarket, harga bahan kebutuhan pokok terpantau relatif stabil. Meski demikian, pihaknya masih menemukan beberapa barang beredar yang belum mencantumkan tanggal kedaluwarsa serta produk dengan kemasan rusak.
“Untuk barang kebutuhan pokok di minimarket relatif stabil. Namun tadi ditemukan barang yang belum ada keterangan expired date-nya, sehingga kami menghimbau pemilik toko agar memberi label tanggal kedaluwarsa pada seluruh barang yang dijual kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menemukan produk kalengan dengan kondisi kemasan penyok yang berpotensi menimbulkan karat di bagian dalam kemasan. Atas temuan tersebut, Dindagkop-UKM meminta pelaku usaha segera menarik atau meretur produk ke distributor demi keamanan konsumen.
“Barang kaleng yang penyok berpotensi membahayakan karena bisa menimbulkan karat di dalam kemasan. Maka kami himbau untuk ditarik atau diretur ke distributor,” tambahnya.
Sementara itu, hasil pemantauan di salah satu agen telur di wilayah Podosugih menunjukkan stok telur ayam dalam kondisi aman dan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha. Bahkan harga telur saat ini mengalami penurunan dibanding beberapa waktu sebelumnya.
“Alhamdulillah stok telur aman dan insyaAllah mencukupi kebutuhan Iduladha. Harga juga turun dibanding sebelumnya. Saat ini di tingkat agen sekitar Rp233.000,00 per peti atau Rp23.000,00 per kilogram, sedangkan di tingkat pengecer berkisar Rp25.000,00 sampai Rp26.000,00 per kilogram,” terang Fitria.
Menurutnya, turunnya harga telur dipengaruhi melimpahnya stok di pasaran serta menurunnya permintaan masyarakat. Sebelumnya harga telur sempat berada di kisaran Rp26.000,00 hingga Rp27.000,00 per kilogram.
Tak hanya telur, sejumlah komoditas penting lain seperti beras, minyak goreng, gula pasir hingga tepung terigu juga terpantau stabil. Untuk beras medium program SPHP dijual sekitar Rp12.500,00 per kilogram, sedangkan beras medium non-SPHP berada di kisaran Rp14.000,00 hingga Rp15.000,00 per kilogram. Sementara beras premium di minimarket dan supermarket dijual sesuai HET yakni sekitar Rp14.900,00 kilogram.
“Kalau beras alhamdulillah stok juga mencukupi karena saat ini masih masa panen dan akan memasuki masa tanam kembali,” ujarnya.
Dalam pemantauan tersebut, tim juga mendatangi penjual hewan kurban di wilayah Pesindon. Hasilnya, ketersediaan hewan kurban dinilai aman dengan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pekalongan.
“Di salah satu penjual hewan kurban, tersedia sekitar 40 ekor kambing dengan harga berkisar Rp2.000.000,00 sampai Rp3.000.000,00 per ekor. Stoknya alhamdulillah tersedia,” katanya.
Melalui kegiatan pemantauan ini, ia berharap masyarakat tidak melakukan panic buying menjelang Iduladha karena stok kebutuhan pokok dipastikan aman dan mencukupi.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak panic buying karena pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok di Kota Pekalongan.
"Selain itu, masyarakat juga diminta lebih teliti saat berbelanja dengan memperhatikan kondisi kemasan serta tanggal kedaluwarsa produk agar barang yang dikonsumsi tetap aman dan layak,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)