Rilis Berita


Pemkot Pekalongan Dukung Ekspansi AZKO Informa, Warga Kini Tak Perlu Belanja Furnitur hingga Elektronik ke Luar Kota

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-25 ]

Pemkot Pekalongan Dukung Ekspansi AZKO Informa, Warga Kini Tak Perlu Belanja Furnitur hingga Elektronik ke Luar Kota


Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menyambut positif hadirnya gerai AZKO Informa Kota Pekalongan yang resmi dibuka di bangunan eks Sri Ratu, Jumat (22/5/2026). Kehadiran pusat perbelanjaan modern tersebut dinilai menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan rasa syukur karena aset daerah yang sebelumnya telah selesai kontrak dengan investor lama kini kembali dimanfaatkan oleh investor baru yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung geliat ekonomi Kota Pekalongan.

Menurutnya, kehadiran AZKO Informa menjadi sejarah baru bagi masyarakat Kota Pekalongan. Selama ini, warga yang ingin berbelanja kebutuhan furnitur, perlengkapan rumah tangga hingga elektronik di gerai tersebut harus pergi ke luar kota, minimal ke Semarang. Kini, masyarakat Kota Pekalongan dan wilayah sekitar seperti Kabupaten Pekalongan, Batang hingga Pemalang dapat menikmati layanan yang sama tanpa harus bepergian jauh.

“Alhamdulillah, dari Pemkot tentu sangat bersyukur karena aset kita yang sudah selesai kontrak dengan investor lama kini ada investor baru lagi. Ini tentu bisa menambah PAD Kota Pekalongan. Yang kedua, AZKO Informa ini pertama kalinya hadir di Kota Pekalongan. Selama ini masyarakat kalau mau belanja harus keluar kota, sekarang tidak perlu lagi karena semuanya sudah lengkap di sini,” tuturnya.

Wali Kota Aaf juga mengapresiasi komitmen perusahaan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 90 persen pekerja di gerai tersebut merupakan putra-putri daerah Kota Pekalongan dan sekitarnya. Hal itu dinilai selaras dengan program Pemerintah Kota Pekalongan dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini luar biasa karena 90 persen tenaga kerjanya dari lokal, putra daerah. Ini sinkron dengan program kita untuk mengurangi angka pengangguran. Mudah-mudahan berkah dan membawa manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bangunan eks Sri Ratu memiliki nilai historis bagi masyarakat Kota Pekalongan karena menjadi pusat perbelanjaan pertama yang hadir di kota tersebut pada era 1990-an. Ia berharap, dengan wajah dan brand baru, bangunan itu kembali hidup dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tempat ini bersejarah bagi warga Kota Pekalongan. Dulu ini mal pertama di Kota Pekalongan sekitar tahun 1990-an. Sekarang bangunannya masih utuh dengan brand berbeda, mudah-mudahan tetap laris manis produknya, mulai dari elektronik, alat rumah tangga, furnitur dan lainnya,” katanya.

Sebagai Kota Batik Dunia, Wali Kota Aaf juga berharap identitas budaya lokal dapat dihadirkan di dalam gerai AZKO Informa. Ia mendorong adanya ornamen batik khas Pekalongan hingga penggunaan busana batik bagi karyawan pada hari tertentu sebagai ciri khas daerah.

“Karena Pekalongan ini Kota Batik, nanti harus ada ornamen batiknya supaya beda dengan gerai di daerah lain. Mungkin karyawannya juga bisa memakai sarung atau batik pada hari tertentu sebagai ciri khas Kota Pekalongan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Pekalongan juga terus berupaya membuka peluang investasi baru terhadap aset-aset daerah lainnya, termasuk eks Gedung Atrium yang hingga kini masih dalam proses penjajakan investor. Pemkot saat ini masih melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait nilai appraisal aset agar tetap menarik bagi calon investor tanpa melanggar aturan.

Sementara itu, Direktur Sales & Operation PT Aspirasi Hidup Indonesia, Rinekso Widianto menjelaskan, gerai yang hadir di Kota Pekalongan merupakan gerai AZKO ke-268 dan Informa ke-125 di Indonesia. Kota Pekalongan dipilih sebagai lokasi ekspansi tahun 2026 setelah melalui studi bisnis yang cukup matang.

Menurutnya, Kota Pekalongan memiliki posisi strategis sebagai kota penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan potensi ekonomi yang terus berkembang, terutama dari sektor industri batik, properti hingga perikanan.

“Kota Pekalongan menjadi salah satu tujuan ekspansi kami tahun 2026 karena potensinya sangat besar. Kota ini menjadi penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah, ditambah pertumbuhan ekonominya cukup baik dengan industri batik, properti, hingga perikanan yang berkembang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, tingginya jumlah member AZKO dan Informa asal Pekalongan yang selama ini berbelanja di Semarang juga menjadi pertimbangan kuat perusahaan untuk membuka gerai di Kota Batik.
Terkait masukan dari Wali Kota mengenai ornamen batik, pihaknya menyambut baik gagasan tersebut dan akan mendalaminya sebagai bagian dari identitas lokal gerai di Pekalongan.

“Setiap daerah tentu punya kekhasan masing-masing dan itu bisa menjadi ciri khas. Ornamen batik tadi tentu akan kami coba dalami,” katanya.

Rinekso menambahkan, perusahaan juga memiliki komitmen jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia lokal. Saat ini, 90 persen tenaga kerja berasal dari putra-putri daerah dan ke depan diharapkan seluruh pengelolaan dapat dilakukan oleh SDM lokal yang telah berkembang menjadi leader di perusahaan.

Tak hanya berfokus pada bisnis, AZKO Informa Kota Pekalongan juga menunjukkan kepedulian sosial melalui dukungan sarana pendidikan kepada SD Negeri 01 Bendan Kota Pekalongan berupa furnitur perpustakaan, lampu LED hemat energi, serta perlengkapan kebersihan sekolah.

"Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Pekalongan karena dinilai tidak hanya membawa investasi dan peluang ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap dunia pendidikan dan pembangunan sosial masyarakat,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian/Saif)