Rilis Berita


HUT ke-17 RSUD Bendan, Wali Kota Aaf Dorong Perkuat Kekompakan dan Mutu Pelayanan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-22 ]

HUT ke-17 RSUD Bendan, Wali Kota Aaf Dorong Perkuat Kekompakan dan Mutu Pelayanan


Kota Pekalongan – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Tahun 2026 RSUD Bendan Kota Pekalongan menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam kegiatan apel dan ramah tamah yang digelar di Aula RSUD Bendan, Kamis (21/5/2026), Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, mendorong seluruh jajaran rumah sakit untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan etos kerja, serta memperkuat kualitas pelayanan.

Wali Kota Aaf menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang RSUD Bendan yang kini memasuki usia ke-17 tahun. Menurutnya, perkembangan rumah sakit tersebut tidak terlepas dari perjuangan dan kontribusi banyak pihak sejak awal berdiri hingga sekarang.

“Alhamdulillah di hari ini RSUD Bendan sudah berusia 17 tahun. Tentunya perjalanan yang sangat panjang dengan berbagai dinamika. Dari awal hingga sekarang, perjuangan ini melibatkan banyak pihak. Wali kota sudah berganti, direktur sudah berganti, tetapi alhamdulillah RSUD Bendan terus menuju perubahan yang positif,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, di masa kepemimpinannya terdapat sejumlah penambahan layanan kesehatan yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di antaranya layanan DSA, poli hemodialisa atau cuci darah, hingga rencana penambahan fasilitas CT Scan dan MRI.

“Di era saya sudah ada beberapa tambahan pelayanan masyarakat, seperti poli DSA, poli cuci darah, dan sekarang akan ada CT Scan. Nanti saya juga minta kepada Pak dr. Heri untuk melengkapi pelayanan yang belum ada, salah satunya MRI. Harapannya supaya pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain, justru rumah sakit lain yang nantinya merujuk ke RSUD Bendan,” katanya.

Selain peningkatan layanan medis, ia juga terus mendorong pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit. Salah satu progres yang tengah berjalan yakni penambahan sekitar 120 kamar rawat inap untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kapasitas ruang perawatan saat ini kerap penuh, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sehingga masyarakat terkadang harus menunggu satu hingga dua hari untuk mendapatkan kamar rawat inap.

“IGD kita ada 36 ruang dan hampir setiap minggu penuh. Bahkan antre kamar bisa sampai satu atau dua hari. Mudah-mudahan progres penambahan kamar ini bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa dalam pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan, komplain dari masyarakat merupakan hal yang tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya. Namun yang paling penting adalah komitmen seluruh jajaran rumah sakit untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Kita tidak mungkin menghilangkan 100 persen komplain, apalagi dalam pelayanan. Sebab, standar kepuasan masyarakat berbeda-beda. Tetapi yang penting adalah bagaimana komitmen kita untuk memperbaiki diri, bekerja lebih baik lagi, dan mengoreksi apabila ada keluhan,” jelasnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya kekompakan antarseluruh unit di lingkungan rumah sakit. Dirinya menilai, budaya saling menyalahkan harus dihindari demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.

“Yang penting adalah kekompakan dan kerja sama antarunit. Jangan saling iri, jangan saling menjelekkan, jangan saling melempar kesalahan. Kalau ada persoalan atau komplain, selesaikan di internal. Jangan sampai justru menyampaikan ke pasien bahwa ini salah poli A, salah poli B, salah perawat, dan sebagainya. Semua harus diselesaikan bersama,” tegasnya.

Wali Kota Aaf juga mengapresiasi langkah RSUD Bendan yang secara rutin memberikan penghargaan dan mendorong inovasi pelayanan bagi pegawai. Hal tersebut penting untuk meningkatkan motivasi kerja sekaligus memacu lahirnya pelayanan yang semakin baik.

“Penghargaan dan inovasi pelayanan ini penting untuk memotivasi diri sendiri dan seluruh jajaran agar pelayanan bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

Dalam suasana penuh keakraban, Wali Kota Aaf juga menyampaikan bahwa HUT ke-17 RSUD Bendan tahun ini terasa spesial baginya karena bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahannya yang ke-22.

“Sweet seventeen ini spesial sekali. Kalau usia manusia berarti sudah mendekati dewasa. Nah, kedewasaan ini juga harus disikapi dengan sikap yang dewasa dalam hal apa pun. Yang penting lebih baik, lebih semangat, dan etos kerja semakin meningkat,” tuturnya disambut hangat para peserta acara.

Sementara itu, Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan, dr. Dwi Heri Wibawa menyampaikan bahwa memasuki usia ke-17 tahun, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan serta menjaga keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

“Alhamdulillah pagi ini kita merayakan ulang tahun yang ke-17. Dalam usia yang memasuki remaja tentu kita meningkatkan lagi pelayanan kepada pasien dan keluarganya. Komitmen kami adalah menjaga mutu dan keselamatan pasien,” ungkap dr. Heri.

Menurutnya, masyarakat datang ke rumah sakit dengan harapan mendapatkan pertolongan dan pemulihan kesehatan. Oleh karena itu, RSUD Bendan terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pasien datang ke sini tentu berharap sakitnya bisa lebih baik dan kesehatannya pulih. Mudah-mudahan ke depan jenis pelayanan di rumah sakit semakin lengkap sesuai kebutuhan masyarakat. RSUD Bendan diharapkan terus berkembang menjadi rumah sakit rujukan yang profesional, modern, humanis, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Pekalongan,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian/Saif)