Rilis Berita


Semangat Harkitnas 2026, Polres Pekalongan Kota Teguhkan Komitmen Jaga Kedaulatan Informasi

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-22 ]

Semangat Harkitnas 2026, Polres Pekalongan Kota Teguhkan Komitmen Jaga Kedaulatan Informasi  

Kota Pekalongan – Semangat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi jajaran Polres Pekalongan Kota untuk meneguhkan komitmen menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat kedaulatan informasi di tengah derasnya arus transformasi digital. Momentum tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan upacara peringatan Harkitnas yang digelar di halaman Mapolres setempat, Jalan P. Diponegoro No. 19 Kota Pekalongan, Rabu pagi (20/5/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh pejabat utama (PJU), perwira, bintara, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres Pekalongan Kota. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Kompol Dr. Akhwan Nadzirin.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Akhwan membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang mengangkat tema Harkitnas tahun ini, yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang menghadapi tantangan besar di era digital, mulai dari derasnya arus informasi, penyebaran hoaks, hingga ancaman terhadap persatuan nasional.

Dalam amanat itu disampaikan bahwa sejarah mencatat lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai titik awal kebangkitan kesadaran nasional bangsa Indonesia. Kehadiran organisasi tersebut menjadi tonggak penting yang menandai perubahan pola perjuangan bangsa, dari perlawanan fisik menuju perjuangan berbasis intelektual, pemikiran, dan diplomasi.

“Semangat tahun 1908 menjadi tonggak penting di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” demikian amanat yang dibacakan Kompol Akhwan di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, kata Wakapolres Akhwan, amanat tersebut menegaskan bahwa makna kebangkitan bangsa saat ini bukan hanya soal mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga keberanian untuk keluar dari ketertinggalan, kebodohan, serta berbagai tantangan baru yang muncul di era modern. Memasuki tahun 2026, ancaman terhadap bangsa tidak lagi hanya berbentuk ancaman fisik atau teritorial, melainkan juga ancaman terhadap kedaulatan informasi dan keamanan digital.

"Oleh karena itu, peningkatan literasi digital masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keutuhan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, masyarakat dituntut semakin bijak dalam menerima, memilah, dan menyebarkan informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun provokasi yang dapat memecah persatuan,"tegasnya.

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ini,  jajaran Polres Pekalongan Kota juga berkomitmen untuk terus hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dalam ruang digital.

"Kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan secara konvensional, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ruang informasi yang sehat, aman, dan bertanggung jawab,"ungkapnya.

Selain itu, peringatan Harkitnas ke-118 ini juga menjadi sarana memperkuat solidaritas internal serta mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa. Semangat kebangkitan nasional diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi tantangan zaman dengan tetap berlandaskan nilai persatuan, gotong royong, dan nasionalisme.

Lanjutnya, upacara tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Polres Pekalongan Kota terhadap program Asta Cita pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan nasional dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul di era transformasi digital.

"Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026, kami berharap nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi membangun Indonesia yang maju, berdaulat, dan mampu menghadapi tantangan global di masa depan,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)