[ 2026-05-22 ]
WBP Rutan Pekalongan Belajar Bertani dari Nol hingga Panen, Jadi Bekal Positif Kembali ke Masyarakat
Kota Pekalongan — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan positif dan produktif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang kembali membuahkan hasil dengan panen tomat di lahan brandgang rutan, Senin (18/5/2026).
Kegiatan panen dipimpin langsung Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto bersama jajaran pejabat struktural dan staf bimbingan kegiatan. Dalam suasana penuh semangat, lima orang WBP peserta pembinaan pertanian turut terlibat memanen tomat hasil kerja keras mereka selama proses budidaya berlangsung.
Panen kali ini menjadi momen membanggakan karena merupakan hasil buah pertama setelah proses penyemaian dan penanaman benih kembali dilakukan. Sebelumnya, program pertanian tersebut juga telah beberapa kali menghasilkan panen tomat dengan kualitas yang baik.
"Keberhasilan panen terbaru ini sekaligus menandai keberlanjutan program budidaya pertanian di lingkungan rutan setelah kembali memasuki siklus tanam baru. Dari hasil panen tersebut, terkumpul sekitar 20 kilogram tomat segar,"tutur Karutan Nanang disela-sela kegiatan panen.
Ia menerangkan, program pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rutan secara produktif. Selain menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi WBP, kegiatan ini juga mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan.
"Dalam pelaksanaannya, para WBP tidak hanya terlibat saat panen, tetapi mengikuti seluruh tahapan budidaya sejak awal. Mereka belajar mulai dari pengolahan tanah, penyemaian benih, penanaman, pemupukan, perawatan tanaman, hingga proses panen. Melalui keterlibatan langsung tersebut, para WBP memperoleh pengalaman nyata tentang dunia pertanian sekaligus memahami pentingnya proses, ketelatenan, dan kerja keras,"ungkapnya.
Karutan Nanang menjelaskan bahwa kegiatan pertanian menjadi salah satu sarana pembinaan yang bertujuan membekali WBP dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga membangun mental positif dan kemandirian warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, WBP belajar menghargai proses, bekerja dengan tekun, serta menumbuhkan kemandirian sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan pertanian juga memiliki nilai edukatif dan pembentukan karakter karena mengajarkan tanggung jawab, kerja sama, serta konsistensi dalam merawat tanaman hingga menghasilkan panen yang baik. Dengan adanya aktivitas positif tersebut, WBP diharapkan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih produktif dan optimistis menyongsong masa depan.
"Hasil panen tomat nantinya dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan dapur rutan. Selain itu, keberhasilan panen tersebut menjadi motivasi bagi pengembangan program pertanian dengan berbagai komoditas lain yang dinilai potensial dikembangkan di lingkungan rutan,"tegasnya.
Pihaknya berharap, program pembinaan kemandirian melalui pertanian di Rutan Pekalongan dapat terus berkelanjutan dan berkembang.
"Dengan pembinaan yang tepat, para WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan memperbaiki diri dan membangun kemampuan baru agar nantinya mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat,"bebernya.
Salah satu WBP berinisial A, peserta pembinaan mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan pertanian tersebut. Ia menilai program tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat, terutama karena sebelumnya dirinya belum pernah belajar bercocok tanam secara langsung.
Ia menilai, kegiatan tersebut tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas positif, tetapi juga memberikan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti.
"Saya berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha atau bekerja di bidang pertanian ketika kembali ke masyarakat,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)