[ 2026-05-21 ]
Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Barat dan Utara, Perkuat Sinergi Posyandu, PAUD dan Literasi di Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, melantik Ketua TP PKK Kecamatan Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara sekaligus mengukuhkan Ketua Tim Pembina Posyandu, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi Kecamatan Barat dan Utara, Selasa (19/5/2026) di Aula TP PKK Kota Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, jabatan Ketua TP PKK Kecamatan Pekalongan Utara resmi diserahterimakan dari Siti Alfia kepada Elly Fitriyanti, sementara Ketua TP PKK Kecamatan Pekalongan Barat dari Reni Dwi Santi kepada Sri Winduningsih. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat di tingkat kecamatan.
Inggit mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Saya selaku Ketua TP PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Pembina Posyandu Kota Pekalongan mengucapkan selamat kepada Ketua TP PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Pekalongan Barat dan Utara yang baru saja dilantik. Semoga amanah dan mampu menjalankan tugas dengan baik demi pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, peran Tim Penggerak PKK masih sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, para ketua yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi dinamisator dalam menjalankan program-program PKK sekaligus membina PKK kelurahan hingga tingkat Dasa Wisma agar terus aktif mendukung pembangunan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif para pengurus baru dalam berbagai kegiatan di tingkat kota, kecamatan maupun kelurahan, termasuk menertibkan administrasi organisasi dan melaksanakan program prioritas PKK secara optimal.
Selain pelantikan Ketua TP PKK, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kecamatan Barat dan Utara. Inggit menegaskan bahwa Bunda PAUD memiliki peran penting dalam mendorong terbentuknya layanan PAUD berkualitas dan holistik integratif, sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui kerja sama lintas sektor.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang unggul. Hal tersebut juga sejalan dengan program wajib belajar 13 tahun dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Gerakan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi emas Indonesia tahun 2045,” jelasnya.
Di bidang literasi, Inggit mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca sejak dini. Ia menilai keberadaan Bunda Literasi di tingkat kecamatan dan kelurahan sangat penting dalam menggerakkan masyarakat agar gemar membaca, memanfaatkan perpustakaan maupun taman baca masyarakat, termasuk mengakses perpustakaan digital sebagai sarana membuka wawasan dan mengikuti perkembangan zaman.
“Membaca adalah pusat peradaban dunia dan jendela dunia. Karena itu mari kita bersama-sama meningkatkan budaya literasi di lingkungan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan, para pengurus juga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) berjalan optimal sebagai pusat layanan terpadu masyarakat.
Peran tersebut mencakup koordinasi lintas sektor, pembinaan teknis kader Posyandu, advokasi dan sosialisasi program, hingga pemantauan dan evaluasi pelayanan di lapangan yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Menutup sambutannya, Inggit menegaskan bahwa keberhasilan program TP PKK, Posyandu, PAUD, dan Literasi tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan hingga dunia usaha agar tujuan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai secara maksimal.
(Tim Liputan Pemerintah Kota Pekalongan / Maul)