[ 2026-05-21 ]
Festival Kompetisi Anak RA 2026 Jadi Ajang Tumbuhkan Kreativitas dan Akhlak Anak
Kota Pekalongan – Semangat dan keceriaan anak-anak usia dini mewarnai pelaksanaan Festival Kompetisi Anak RA se-Kota Pekalongan Tahun 2026 yang digelar di RA Muslimat NU Masyithoh 08 Kertoharjo, Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kota Pekalongan tersebut menjadi ajang untuk menumbuhkan kreativitas, membangun karakter, sekaligus memperkuat nilai akhlak dan spiritual anak sejak usia emas atau golden age.
Festival ini diikuti oleh 26 lembaga RA se-Kota Pekalongan dengan menghadirkan berbagai perlombaan edukatif dan kreatif, mulai dari lomba pildacil, tahfidz, tari kreasi hingga estafet lari melempar bola. Antusias peserta maupun para pendidik terlihat tinggi sejak pagi hari, terlebih anak-anak tampil penuh percaya diri dengan beragam kostum menarik dan persiapan yang telah dilakukan jauh hari sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, H. Abdul Wahab, mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter anak sejak usia dini, karena masa anak-anak merupakan fase emas yang sangat menentukan perkembangan kepribadian dan kemampuan mereka di masa depan.
“Alhamdulillah kami dari Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan tentu sangat mengapresiasi kegiatan Festival Kompetisi Anak RA se-Kota Pekalongan Tahun 2026 ini. Anak-anak di usia emas atau golden age merupakan masa yang sangat tepat untuk diajarkan berbagai hal positif, baik terkait akhlak maupun kemampuan lainnya,” tutur Wahab, sapaan akrabnya usai membuka kegiatan.
Ia menilai, pendidikan anak usia dini tidak hanya bertujuan mencetak anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga harus mampu membangun pondasi spiritual dan moral yang kuat. Oleh sebab itu, kegiatan yang memadukan unsur religius, seni, dan keterampilan motorik dinilai sangat tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
“Harapan kami tentu anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan memiliki akhlak yang baik. Dengan kegiatan seperti ini, anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai positif sejak dini,” imbuhnya.
Wahab juga berharap festival tersebut dapat terus dikembangkan menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas. Ia menyebut pelaksanaan festival tahun ini menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dengan KKRA Kota Pekalongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan RA.
“Ini merupakan kegiatan pertama dan menjadi nilai positif yang luar biasa. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaannya semakin baik lagi dan terus memberikan manfaat bagi perkembangan anak-anak RA di Kota Pekalongan,” katanya.
Sementara itu, Ketua KKRA Kota Pekalongan, Siti Asiyah menjelaskan bahwa festival kompetisi tersebut tidak hanya menjadi wadah perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarpendidik RA se-Kota Pekalongan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang kepada anak-anak dalam menunjukkan bakat, minat, serta kreativitas mereka sejak usia dini dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif.
“Kegiatan Festival Kompetisi Anak RA KKRA Kota Pekalongan Tahun 2026 ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi pendidik RA se-Kota Pekalongan, sekaligus menjadi ajang kreativitas anak-anak RA. Selain itu juga menjadi momentum bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan minatnya,” terang Siti Asiyah.
Ia memaparkan, perlombaan yang digelar mencakup berbagai aspek perkembangan anak, baik dari sisi religius, seni maupun fisik motorik. Untuk bidang religius terdapat lomba pildacil dan tahfidz, sedangkan bidang seni diwujudkan melalui lomba tari kreasi. Adapun untuk melatih kemampuan motorik dan kekompakan anak digelar lomba estafet lari melempar bola.
“Jadi semua aspek kita sentuh. Dari sisi religinya ada, dari segi seni juga ada, kemudian fisik motoriknya juga kita fasilitasi melalui perlombaan yang menyenangkan,” jelasnya.
Festival tersebut diikuti oleh 26 lembaga RA dari seluruh wilayah Kota Pekalongan, dengan masing-masing lembaga mengirimkan satu perwakilan untuk setiap cabang lomba. Menurut Siti Asiyah, antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa, terutama terlihat dari semangat anak-anak dalam menampilkan kemampuan terbaik mereka.
“Antusias anak-anak sangat luar biasa sekali. Terutama pada lomba tari kreativitas, terlihat mereka tampil percaya diri dengan kostum-kostum yang menarik. Bahkan banyak yang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya,” ungkapnya.
Pihaknya juga memastikan bahwa Festival Kompetisi Anak RA akan menjadi agenda rutin tahunan yang masuk dalam program kerja KKRA Kota Pekalongan. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak RA semakin termotivasi untuk berkembang sesuai potensi masing-masing, sekaligus membangun karakter positif sejak dini.
"Melalui festival ini, pendidikan anak usia dini di Kota Pekalongan diharapkan tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mampu membentuk generasi yang kreatif, percaya diri, berakhlak mulia, serta memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)