Rilis Berita


BLK Hadirkan Jurusan Baru Sesuai Tren Pasar, Barber dan Editor Video Dinilai Punya Prospek Cerah

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-19 ]

BLK Hadirkan Jurusan Baru Sesuai Tren Pasar, Barber dan Editor Video Dinilai Punya Prospek Cerah

Kota Pekalongan - Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan terus berupaya menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan riil masyarakat dan perkembangan dunia usaha. Hal tersebut terlihat dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 dengan menghadirkan sejumlah jurusan baru yang dinilai relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Kepala BLK Kota Pekalongan, Helmy Hendarsyah mengungkapkan, penentuan kompetensi pelatihan tidak dilakukan secara asal, melainkan melalui proses Training Need Analysis (TNA) atau analisis kebutuhan pelatihan yang melibatkan dunia industri dan masyarakat.

Pihaknya bersama instruktur turun langsung ke perusahaan-perusahaan untuk melihat kebutuhan tenaga kerja yang saat ini dibutuhkan. Selain itu, pihaknya juga melakukan polling kepada masyarakat guna mengetahui jenis keterampilan yang memiliki peluang usaha dan kerja cukup besar di lapangan.

“Banyak sekali jurusan baru yang kami laksanakan tahun ini berdasarkan hasil TNA. Kami turun langsung ke perusahaan dan juga melakukan polling masyarakat untuk mengetahui kebutuhan yang memang sedang dibutuhkan,” ujarnya saat ditemui dalam pembukaan PBK Tahap I, Senin (18/5/2026).

Dari hasil analisis tersebut, muncul sejumlah kompetensi yang dinilai memiliki prospek cukup baik di tengah perkembangan gaya hidup dan ekonomi masyarakat, salah satunya barber atau potong rambut pria. Menurutnya, usaha barber memiliki pasar yang stabil karena menjadi kebutuhan rutin masyarakat.

“Barber ini kebutuhannya luar biasa. Secara logika, setiap orang mungkin bisa sekitar enam kali potong rambut dalam satu tahun. Artinya kebutuhan jasa ini akan terus ada,” jelasnya.

Selain barber, jurusan editor video juga menjadi salah satu kompetensi baru yang dinilai memiliki peluang besar. Perkembangan media sosial dan pemasaran digital membuat kebutuhan konten promosi meningkat hampir di semua sektor usaha.

“Sekarang banyak produk membutuhkan promosi digital. Hampir semua usaha perlu konten video untuk pemasaran, sehingga editor video menjadi salah satu keterampilan yang cukup potensial,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, BLK juga memastikan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan benar-benar memiliki motivasi dan kesiapan belajar. Oleh karena itu, sebelum dinyatakan lolos, peserta diwajibkan mengikuti tahapan seleksi tertulis serta wawancara.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini sudah melalui seleksi tertulis dan tes wawancara. Jadi memang dipilih yang benar-benar siap mengikuti pelatihan,” katanya.

Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, ia berharap masyarakat dapat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar sehingga mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri maupun terserap di dunia industri.

“Kami berharap pelatihan ini benar-benar memberikan manfaat dan keterampilan yang bisa digunakan peserta setelah selesai pelatihan, baik untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri,” pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)