[ 2026-05-19 ]
Tingkatkan Literasi Masyarakat Pesisir dan Nelayan, Ditpolairud Polda Jateng Hadirkan Kapal Pintar
Kota Pekalongan – Upaya meningkatkan literasi dan wawasan masyarakat pesisir terus dilakukan oleh jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah. Salah satunya melalui program Kapal Pintar atau perpustakaan terapung yang hadir di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan, Rabu (13/5/2026) siang.
Suasana berbeda tampak di area pelabuhan dan TPI Kota Pekalongan saat sebuah kapal patroli milik Ditpolairud Polda Jateng bersandar bukan hanya untuk menjalankan tugas pengamanan wilayah perairan, tetapi juga membawa misi edukasi bagi masyarakat nelayan. Kapal Polisi IX-1015 disulap menjadi sarana literasi yang menyediakan berbagai koleksi buku bacaan untuk masyarakat pesisir.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polairud kepada masyarakat, khususnya para nelayan yang sehari-hari lebih banyak menghabiskan waktu di laut. Kehadiran kapal pintar diharapkan mampu membuka akses pengetahuan dan memperluas wawasan masyarakat maritim agar tidak tertinggal perkembangan zaman.
Komandan Kapal Polisi IX-1015 Ditpolairud Polda Jateng, Aipda Wahyoe Tri Pamungkas menjelaskan bahwa program kapal pintar merupakan inovasi yang bertujuan memberikan edukasi sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah pelabuhan maupun kawasan maritim Jawa Tengah.
Menurutnya, selama ini sebagian besar nelayan lebih fokus pada aktivitas melaut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehingga akses terhadap literasi dan informasi modern masih terbatas. Oleh karena itu, Ditpolairud berupaya menghadirkan fasilitas bacaan yang mudah dijangkau langsung oleh masyarakat.
“Melalui kapal pintar ini, kami ingin mendekatkan literasi kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Kami berharap mereka bisa mendapatkan tambahan wawasan, baik terkait teknologi, budaya, pengetahuan umum, maupun nilai-nilai keagamaan,” tutur Wahyoe.
Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup baik. Banyak nelayan maupun warga sekitar pelabuhan datang ke kapal untuk membaca buku-buku yang tersedia.
Tidak sedikit pula anak-anak nelayan yang ikut memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menambah pengetahuan di sela aktivitas orang tuanya bekerja di kawasan pelabuhan.
Adapun koleksi buku yang dibawa dalam kapal pintar mencapai lebih dari 50 judul dengan tema beragam. Mulai dari buku teknologi, keterampilan, budaya, pendidikan, hingga bacaan keagamaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat.
"Selain menghadirkan sarana bacaan, personel Polairud juga aktif berinteraksi dengan masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan pelayaran, kepatuhan hukum di wilayah perairan, serta pentingnya mengikuti perkembangan informasi dan teknologi di era modern,"terangnya.
Meski demikian, Wahyoe mengakui program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya ketika kondisi cuaca buruk yang menyebabkan aktivitas nelayan menurun sehingga jumlah kunjungan masyarakat ke kapal pintar ikut berkurang. Namun pihaknya memastikan program literasi tersebut akan terus berjalan secara bertahap di berbagai kawasan pesisir Jawa Tengah.
Menurutnya, kehadiran Polairud tidak hanya sebatas menjalankan fungsi penegakan hukum di wilayah perairan, tetapi juga menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam arti yang lebih luas, termasuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat pesisir.
“Program kapal pintar ini menjadi bagian dari upaya kami untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengurangi kesenjangan literasi di wilayah pesisir. Kami ingin masyarakat nelayan juga memiliki akses ilmu pengetahuan yang baik,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wahyoe berharap para nelayan di Kota Pekalongan semakin terbuka terhadap perkembangan dunia luar dan mampu meningkatkan kualitas diri melalui budaya membaca. Dengan wawasan yang semakin luas, masyarakat pesisir diharapkan dapat lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan tidak tertinggal informasi.
“Kami berharap masyarakat nelayan semakin cerdas, semakin terbuka wawasannya, dan mampu mengikuti perkembangan informasi serta teknologi di era modern ini,” harapnya.
Program kapal pintar yang dihadirkan Ditpolairud Polda Jateng tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar pelabuhan.
"Kehadiran perpustakaan terapung mudah-mudahan menjadi inovasi menarik yang tidak hanya mendekatkan aparat kepolisian dengan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan budaya literasi di kawasan pesisir,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)