[ 2026-05-18 ]
29 Peserta Maganghub Rutan Pekalongan Paparkan 9 Inovasi untuk Peningkatan Layanan
Kota Pekalongan – Semangat inovasi dan pengembangan layanan terus ditunjukkan Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan melalui program Maganghub. Sebanyak 29 peserta Maganghub memaparkan hasil gagasan dan inovasi mereka dalam kegiatan presentasi yang berlangsung di Aula Rutan Kelas IIA Pekalongan, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto bersama jajaran pejabat struktural yang juga bertindak sebagai mentor dan penilai.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mempresentasikan sembilan inovasi yang disusun secara individu maupun kelompok. Beragam ide kreatif yang diangkat mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari peningkatan pelayanan warga binaan pemasyarakatan (WBP), penguatan teknologi informasi, pembinaan, hingga administrasi dan tata kelola internal guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan Rutan Pekalongan.
Suasana presentasi berlangsung penuh antusias dan interaktif. Masing-masing peserta memaparkan latar belakang permasalahan, solusi yang ditawarkan, hingga potensi implementasi inovasi di lingkungan kerja Rutan. Para mentor pun memberikan berbagai masukan konstruktif agar inovasi yang dihasilkan dapat semakin matang dan aplikatif untuk diterapkan.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah “Optimalisasi E-Lodji sebagai Sistem Layanan Digital Terintegrasi bagi WBP di Rutan Kelas IIA Pekalongan”. Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemudahan akses layanan bagi keluarga warga binaan melalui pemanfaatan sistem digital yang lebih terintegrasi, efektif, dan mudah diakses. Gagasan ini dinilai selaras dengan upaya modernisasi pelayanan publik yang saat ini terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto menyampaikan apresiasi atas kreativitas, semangat belajar, serta kontribusi nyata yang ditunjukkan para peserta Maganghub.
"Inovasi yang dipaparkan tidak hanya sekadar menjadi tugas pembelajaran, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi program kerja yang mendukung peningkatan layanan di Rutan Pekalongan,"ujarnya.
Ia menilai, ide-ide yang disampaikan para peserta cukup relevan dengan kebutuhan satuan kerja dan menunjukkan kepedulian terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan seleksi dan pengkajian lebih lanjut terhadap inovasi yang dinilai paling memungkinkan untuk diimplementasikan.
“Kami melihat banyak ide yang relevan dan aplikatif. Inovasi yang telah dipaparkan akan kami seleksi untuk dikembangkan lebih lanjut, bahkan berpotensi menjadi program kerja Rutan Pekalongan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta Maganghub, Farikha mengaku bangga dapat terlibat dalam proses penyusunan inovasi tersebut. Ia menyebut kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena peserta dapat belajar secara langsung memahami kebutuhan satuan kerja sekaligus menuangkannya dalam bentuk solusi nyata.
Menurutnya, program Maganghub tidak hanya memberikan pengalaman kerja lapangan, tetapi juga mendorong peserta untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif terhadap berbagai tantangan yang ada di lingkungan kerja.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi kami untuk belajar langsung memahami kebutuhan satuan kerja dan menuangkannya dalam bentuk solusi nyata yang diharapkan bisa bermanfaat bagi Rutan Pekalongan,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang presentasi inovasi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran yang membangun kolaborasi antara peserta magang dengan para pegawai dan pejabat struktural di lingkungan Rutan Pekalongan. Diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung turut memperkaya wawasan peserta mengenai implementasi inovasi di dunia kerja yang sesungguhnya.
"Melalui kegiatan pemaparan inovasi tersebut, program Maganghub diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan kompetensi generasi muda, khususnya dalam mengasah kemampuan berpikir inovatif, profesionalisme, serta kepedulian terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik,"bebernya.
Ia menegaskan, pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para peserta untuk menghadapi dunia kerja.
"Selain itu, bisa memberikan kontribusi positif bagi instansi maupun masyarakat di masa mendatang,"tukasnya).
(Tim Liputan Kominfo/Dian)