Rilis Berita


Peringati Kenaikan Yesus Kristus, WBP Nasrani Rutan Pekalongan Ikuti Bimbingan Mental

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-18 ]

Peringati Kenaikan Yesus Kristus, WBP Nasrani Rutan Pekalongan Ikuti Bimbingan Mental

 

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus  berkomitmen dalam memberikan pembinaan kepribadian dan mental spiritual kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026, Rutan Pekalongan menggelar kegiatan bimbingan mental dan rohani bagi WBP beragama Nasrani, Jumat (15/5/2026), bertempat di ruang Pelayanan Tahanan Rutan setempat.

Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Dua orang WBP Nasrani mengikuti rangkaian ibadah dan pembinaan rohani yang dipimpin oleh Bowen selaku Prodiakon dari Gereja Santo Petrus Pekalongan. Momentum keagamaan tersebut menjadi sarana refleksi diri sekaligus penguatan mental bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

Mengusung tema “Duka Cita yang Mendahului Kemenangan”, kegiatan ini mengajak para WBP untuk tetap memiliki harapan dan keyakinan dalam menghadapi berbagai proses kehidupan. Melalui pesan-pesan rohani yang disampaikan, warga binaan diajak untuk terus memperbaiki diri, menumbuhkan semangat perubahan positif, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa pembinaan mental dan spiritual merupakan salah satu unsur penting dalam sistem pemasyarakatan.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga menyentuh sisi kejiwaan dan keagamaan agar warga binaan mampu bangkit menjadi pribadi yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap WBP dapat memperoleh ketenangan batin, memperkuat iman, serta memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya,” ujar Nanang.

Ia menambahkan, Rutan Pekalongan berupaya memberikan pelayanan pembinaan secara adil dan inklusif kepada seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan. Pemenuhan hak beribadah menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan karakter. Selain menjadi peringatan hari besar keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat kebersamaan dan membangun nilai-nilai toleransi di lingkungan rutan.

Dengan adanya pembinaan rohani yang rutin dan berkesinambungan, lanjutnya, diharapkan para WBP mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih positif, optimistis, serta memiliki bekal moral yang kuat ketika kembali ke tengah masyarakat.

"Kami terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pembinaan yang tidak hanya mendukung perubahan perilaku, tetapi juga memperkuat mental dan spiritual warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang lebih baik,"tutupnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)