[ 2026-05-18 ]
Wali Kota Aaf Lepas Semangat KJNI Kota Pekalongan untuk Tampil Maksimal di JNAI 2026
Kota Pekalongan - Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, memberikan semangat dan motivasi kepada para anggota Badan Pimpinan Cabang (BPC) Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI) Kota Pekalongan yang akan mengikuti ajang Jalan Nordic Akbar Indonesia (JNAI) tingkat nasional tahun 2026 di kawasan Prambanan. Kegiatan pengarahan dan silaturahmi tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota (Guest House) Kota Pekalongan, Rabu (13/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Aaf mengaku salut dengan semangat para anggota BPC KJNI Kota Pekalongan yang sebagian besar telah berusia lanjut namun tetap aktif berolahraga, menjaga silaturahmi, dan berkegiatan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan dan pola hidup sehat yang ditunjukkan para anggota BPC KJNI Kota Pekalongan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
“Ini ternyata luar biasa ya, anggota BPC KJNI Kota Pekalongan rata-rata usia sudah 60 tahun ke atas tapi tetap semangat, tetap silaturahmi. Mudah-mudahan beliau-beliau panjang umur dan tetap sehat terus,” tutur Wali Kota Aaf usai memberikan pengarahan.
Ia menyampaikan, persiapan yang dilakukan para anggota KJNI menuju lomba JNAI di Prambanan pada 26-27 September 2026 terlihat sangat serius. Latihan rutin terus dilakukan agar mampu tampil maksimal pada ajang nasional tersebut.
“Ini kan sudah latihan terus, persiapannya dari sekarang. Mudah-mudahan nanti mendapat hasil terbaik di lomba di Prambanan,” ujarnya.
Meski demikian, Wali Kota Aaf menekankan bahwa hal terpenting bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan menjaga semangat berkegiatan, kesehatan, serta kebersamaan antarsesama anggota. Ia menilai aktivitas positif seperti olahraga Jalan Nordic mampu memberikan manfaat besar, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Tadi saya juga menyampaikan yang penting adalah Bapak Ibu semuanya tetap berkegiatan. Manfaat untuk diri sendiri minimal, dan juga manfaat untuk orang lain maupun warga masyarakat. Itu yang penting,” katanya.
Menurutnya, usia bukan menjadi penghalang untuk terus produktif dan aktif bersosialisasi. Bahkan, ia mengaku kagum melihat para anggota KJNI yang rata-rata telah pensiun namun tetap memiliki semangat kebersamaan yang kuat.
“Spirit dari beliau-beliau ini yang saya teladani. Sudah tidak memandang usia, sudah tidak memandang jabatan, walaupun rata-rata sudah pensiun tapi semangat kebersamaannya tetap terjaga,” imbuhnya.
Ia juga meyakini bahwa kebersamaan dan silaturahmi yang terus dijaga dapat menjadi salah satu kunci hidup sehat dan panjang umur. Oleh karena itu, dirinya berharap seluruh persiapan menuju JNAI 2026 dapat berjalan lancar hingga pelaksanaan lomba nanti.
Sementara itu, Ketua BPC KJNI Kota Pekalongan, Wahyudi Pontjo Nugroho menjelaskan bahwa pihaknya bersama anggota BPC KJNI Kota Pekalongan tengah mematangkan persiapan untuk mengikuti Lomba JNAI tingkat nasional yang akan digelar di Prambanan pada 26-27 September 2026.
Menurut Pontjo, sapaan akrabnya, terdapat tiga kategori utama yang akan diikuti BPC KJNI Kota Pekalongan dalam ajang tersebut, yakni lomba perorangan, lomba beregu, serta lomba performance.
“Untuk perorangan kita ada empat orang yang ikut lomba. Kemudian beregu satu regu berjumlah 10 orang, dan kita juga mempersiapkan performance karena itu juga menjadi penilaian tersendiri,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, dukungan dari Pemerintah Kota Pekalongan menjadi penyemangat tersendiri bagi para anggota BPC KJNI Kota Pekalongan. Bahkan, Wali Kota Aaf disebut turut memberikan perhatian besar terhadap keberangkatan kontingen Kota Pekalongan.
“Dukungan dari Bapak Wali Kota Aaf cukup bagus. Beliau sudah ikut mangayubagyo, malah beliau ingin ikut juga menghadiri acara di JNAI 2026 itu. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ungkapnya.
Meski tidak memasang target muluk, Pontjo memastikan seluruh anggota akan memberikan kemampuan terbaik demi membawa nama baik Kota Pekalongan di tingkat nasional.
“Yang jelas kita berpartisipasi dan berusaha yang terbaik. Tetapi kita tetap prinsip tidak harus juara, karena sistem lombanya juga masih berkembang. Tapi Saya percaya kita bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Ia menambahkan, total peserta dan pendukung yang akan diberangkatkan ke Prambanan mencapai sekitar 56 orang menggunakan satu bus dan satu kendaraan HiAce.
Adapun materi lomba yang dipersiapkan antara lain jalan Nordic ketepatan waktu sejauh 3,5 kilometer untuk kategori perorangan, lomba beregu sejauh 1 kilometer dengan formasi 10 orang, hingga penampilan performance menggunakan lagu-lagu daerah serta busana khas daerah.
“Kita juga menyiapkan performance lagu-lagu daerah dan seragam daerah supaya bisa ikut mewarnai kegiatan di sana,” tambahnya.
Pontjo menyebutkan, latihan rutin saat ini dilakukan minimal satu kali dalam seminggu. Namun intensitas latihan akan ditambah apabila diperlukan mendekati waktu keberangkatan. Sejumlah fasilitas publik di Kota Pekalongan juga siap dimanfaatkan sebagai lokasi latihan, seperti Lapangan Mataram, Stadion Hoegeng, Alun-Alun hingga kawasan Monumen.
“Kita sudah koordinasi dengan Pak Wali. Mau latihan di Mataram boleh, di Monumen boleh, Alun-Alun, di Stadion Hoegeng juga boleh. Tapi yang paling sering memang di Lapangan Mataram,” tegasnya.
Ia menyebut, saat ini, BPC KJNI Kota Pekalongan yang resmi terbentuk pada 20 Oktober 2024 telah memiliki sekitar 105 anggota.
"Keikutsertaan dalam JNAI 2026 menjadi bagian dari upaya organisasi untuk terus berkembang sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga Jalan Nordic di kalangan masyarakat,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)