[ 2026-05-18 ]
Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal Kota Pekalongan Dorong Lahirnya Penulis Baru
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat (Dinarpus) terus berupaya melestarikan khazanah budaya dan kearifan lokal melalui literasi. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal dengan tema Khazanah Budaya dan Kearifan Lokal Kota Pekalongan, berlangsung di aula Dinarpus, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan ini mendapat apresiasi dari Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya. Ia menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti pelatihan kepenulisan budaya lokal tersebut.
“Saya merasa bangga sekaligus mengapresiasi para peserta yang sudah mengikuti bimtek penulisan budaya lokal ini. Memang saat ini peserta masih terbatas hanya 50 orang, padahal peminat dan antusias masyarakat cukup banyak,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menambah semangat masyarakat dalam menulis sekaligus melahirkan karya-karya baru dari penulis asal Kota Pekalongan. Terlebih, tema yang diangkat berfokus pada budaya lokal yang memiliki potensi besar untuk terus dikenalkan kepada masyarakat luas.
“Harapannya kegiatan ini dapat menghasilkan karya maupun penulis baru dari Kota Pekalongan. Penulisan tentang budaya lokal ini bisa mengangkat tradisi dan budaya Kota Pekalongan, mulai dari pariwisata, makanan khas, hingga berbagai kekayaan budaya lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Gyfrin Faza menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat literasi berbasis budaya lokal.
“Kegiatan ini bersumber dari DAK. Melalui pelatihan ini, kami ingin mengajarkan sekaligus mengangkat budaya lokal Kota Pekalongan, baik dari sektor kesenian, kuliner, maupun budaya lainnya,” jelasnya.
Ia berharap budaya asli Kota Pekalongan dapat semakin dikenal masyarakat melalui karya tulis maupun buku yang dihasilkan peserta.
“Harapannya budaya asli Pekalongan bisa diinformasikan kepada masyarakat melalui tulisan maupun buku,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Tercatat hampir 90 pendaftar mengikuti proses seleksi, namun karena keterbatasan kuota hanya 50 peserta yang dapat mengikuti pelatihan.
“Peminat kegiatan ini hampir 90 orang, tetapi karena keterbatasan kuota maka yang terealisasi ada 50 peserta. Seleksi dilakukan melalui tulisan pendahuluan yang mereka buat, kemudian dipilih oleh narasumber,” ungkapnya.
Peserta yang mengikuti bimtek berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, penggiat literasi hingga masyarakat umum. Setelah mengikuti pelatihan, seluruh karya peserta nantinya akan dikembangkan dan dihimpun menjadi sebuah buku.
“Setelah ini tulisan yang sudah mereka buat akan diolah kembali dalam pelatihan. Selanjutnya seluruh karya akan disatukan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang mengangkat kearifan lokal Kota Pekalongan,” pungkasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)