Rilis Berita


Bunda PAUD Kota Pekalongan Serap Aspirasi Orang Tua ABK dalam Kunjungan SKB di Guest House Wali Kota

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-18 ]

Bunda PAUD Kota Pekalongan Serap Aspirasi Orang Tua ABK dalam Kunjungan SKB di Guest House Wali Kota

Kota Pekalongan – Kepedulian terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekalongan. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan kunjungan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan yang digelar di Guest House Wali Kota Pekalongan, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah penyampaian aspirasi antara orang tua wali murid, peserta didik SKB khususnya anak inklusi, serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Pekalongan bersama Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya.

Inggit mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sejatinya telah lama direncanakan. Momentum bulan Syawal dimanfaatkan untuk menghadirkan suasana open house agar anak-anak SKB, khususnya peserta didik inklusi, dapat bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan Bunda PAUD Kota Pekalongan.

“Alhamdulillah kegiatan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Kami ingin anak-anak SKB khususnya yang inklusi bisa bertemu dengan kami selaku Bunda PAUD Kota Pekalongan, sekaligus menjadi ruang komunikasi bersama orang tua wali murid,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah orang tua juga menyampaikan berbagai masukan, harapan, hingga curahan hati terkait perkembangan pendidikan anak-anak mereka di SKB. Menurut Inggit, seluruh aspirasi tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusi di Kota Pekalongan.

Ia menjelaskan, keberadaan SKB menjadi solusi penting di tengah keterbatasan daya tampung Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Pekalongan yang saat ini dinilai sudah overload. Kehadiran layanan pendidikan inklusi di SKB diharapkan mampu memberikan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang belum dapat tertampung di sekolah formal maupun SLB.

“Anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Pekalongan jumlahnya cukup banyak. Dengan adanya SKB ini, alhamdulillah dapat membantu menampung anak-anak yang belum bisa diterima di sekolah yang seharusnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Inggit menegaskan bahwa selain pendidikan, anak-anak berkebutuhan khusus juga membutuhkan layanan terapi yang memadai untuk mendukung perkembangan belajar mereka. Ia menyebut, kebutuhan tenaga terapis dan fasilitas terapi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Harapan kami ke depan pelayanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di SKB bisa semakin baik. Ini menjadi PR besar bagi kami untuk terus meningkatkan layanan, termasuk menghadirkan fasilitas terapi yang memadai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imandha, menyampaikan bahwa program pendidikan inklusi di SKB Kota Pekalongan menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

Ia mengungkapkan bahwa hingga tahun keempat pelaksanaannya, SKB Kota Pekalongan telah berhasil meluluskan satu angkatan peserta didik dengan capaian yang membanggakan. Saat ini, jumlah peserta didik di SKB mencapai sekitar 330 anak.

“Progresnya sangat baik dan luar biasa. Banyak daerah lain datang belajar dan mengunjungi SKB Kota Pekalongan terkait penanganan anak berkebutuhan khusus, karena di beberapa kabupaten/kota lain belum ada layanan seperti ini,” jelasnya.

Sherly menambahkan, meskipun penanganan pendidikan anak berkebutuhan khusus pada dasarnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi, SKB Kota Pekalongan berupaya mengambil peran agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Menurutnya, keberadaan tenaga terapis menjadi kebutuhan mendesak agar perkembangan belajar anak-anak berkebutuhan khusus dapat lebih optimal.

“Kami berharap ke depan ada layanan terapi yang bisa diberikan secara maksimal kepada anak-anak, sehingga keterlambatan belajar mereka dapat semakin berkurang. Ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita,” pungkasnya.


(Tim Liputan Pemerintah Kota Pekalongan / Maul / Saip)