Rilis Berita


Kota Pekalongan Cetak Pertumbuhan PMA Tertinggi di Jateng 2025, Wali Kota Aaf Optimistis Investasi Terus Meningkat

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-13 ]

Kota Pekalongan Cetak Pertumbuhan PMA Tertinggi di Jateng 2025, Wali Kota Aaf Optimistis Investasi Terus Meningkat  


Semarang– Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang investasi. Tahun 2025, Kota Pekalongan berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan Pertumbuhan Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Tertinggi di Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi kepada Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf dalam kegiatan Central Java Investment Business Forum 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026).

Usai menerima penghargaan tersebut, Wali Kota Aaf mengungkapkan rasa syukur atas capaian Kota Pekalongan yang dinilai mampu menunjukkan pertumbuhan investasi asing tertinggi secara persentase di Jawa Tengah. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa Kota Pekalongan masih dipercaya investor asing sebagai daerah yang potensial dan kondusif untuk berinvestasi.

“Alhamdulillah tahun 2025 Kota Pekalongan mendapatkan penghargaan dari provinsi sebagai pertumbuhan realisasi penanaman modal asing tertinggi. Memang kalau secara persentase kita tertinggi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kota Pekalongan,” ujar Wali Kota Aaf.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari masuknya sejumlah investor asing, khususnya di sektor industri pengalengan ikan yang berasal dari Korea Selatan. Kehadiran investasi tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui bahwa secara nominal investasi, Kota Pekalongan masih berada di bawah sejumlah daerah besar lain di Jawa Tengah. Namun dengan luas wilayah yang terbatas dan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, capaian pertumbuhan PMA tersebut tetap menjadi prestasi yang patut diapresiasi.

“Kalau dibanding jumlah investasi secara keseluruhan mungkin masih ada daerah lain yang lebih tinggi. Tetapi secara pertumbuhan persentase, Kota Pekalongan tertinggi. Ini berkat peran semua pihak, mulai masyarakat, pemerintah, hingga komunikasi yang baik dengan investor,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Aaf optimistis tren investasi asing di Kota Pekalongan akan terus meningkat pada tahun 2026. Salah satu proyek besar yang diharapkan segera terealisasi adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp3 hingga Rp4 triliun.

Menurutnya, proyek tersebut berpotensi menjadi magnet baru bagi investor asing sekaligus memperkuat posisi Kota Pekalongan sebagai daerah yang ramah investasi.

“Mudah-mudahan tahun 2026 nanti proyek PSEL bisa terealisasi. Investornya juga dari luar negeri dan nilainya cukup fantastis, sekitar Rp3 sampai Rp4 triliun. Ini tentu bisa semakin mendorong investasi asing masuk ke Kota Pekalongan,” jelasnya.

Wali Kota Aaf menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan terus berkomitmen menjaga iklim investasi agar tetap sehat dan kondusif. Selama ini, komunikasi antara investor dengan pemerintah daerah berjalan baik tanpa adanya keluhan signifikan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat investor merasa nyaman menanamkan modalnya di Kota Pekalongan.

Selain investasi asing, Pemkot Pekalongan juga berupaya mendorong pertumbuhan investasi lokal di berbagai sektor seperti perhotelan, pergudangan, dan pengembangan kawasan baru. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan lahan dan status lahan sawah dilindungi.

“Kita ingin investasi yang masuk tetap memperhatikan kepentingan masyarakat. Jangan sampai merugikan warga ataupun menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Itu yang selalu menjadi perhatian kami,” tegasnya.
Pihaknya berharap capaian penghargaan ini semakin memperkuat citra daerah Kota Pekalongan sebagai tujuan investasi yang menjanjikan.

"Dengan dukungan seluruh pihak, investasi di Kota Pekalongan diharapkan terus tumbuh dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah ke depan,"harapnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Ade Suangkat menyampaikan bahwa realisasi PMA Kota Pekalongan pada tahun 2025 mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Ia memaparkan, realisasi investasi PMA meningkat hingga 1.207 persen, dari Rp30,1 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp393,7 miliar di tahun 2025. Menurutnya, kenaikan drastis tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi dan stabilitas investasi di Kota Pekalongan.

“Peningkatan ini menjadi sinyal positif bahwa Kota Pekalongan semakin dilirik investor asing. Harapannya, investasi yang masuk dapat terus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan investasi melalui forum-forum bisnis seperti CJIBF. Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah strategis mempertemukan pemerintah, investor, pengelola kawasan industri, dan berbagai mitra usaha.

“CJIBF ini sudah sepuluh kali dilaksanakan bersama Bank Indonesia Jawa Tengah. Forum ini menjadi sarana business matching antara pemerintah dan para pelaku usaha maupun investor,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sektor investasi memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang. Sementara sepanjang tahun 2025, capaian investasi Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun.

Menurut Gubernur Luthfi, tingginya investasi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,89 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.

"Untuk mendukung percepatan investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru melalui kolaborasi bersama pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah,"tandasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)