[ 2026-05-13 ]
“Mindful Mom, Brilliant Child”, PAUD Annisa Jenggot Gaungkan Pentingnya Kesehatan Mental Ibu
Kota Pekalongan – Menjaga tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan pemenuhan gizi semata, tetapi juga dipengaruhi kondisi kesehatan mental orang tua, khususnya ibu. Kesadaran inilah yang diangkat dalam kegiatan parenting bertajuk “Mindful Mom, Brilliant Child: Menjaga Kesehatan Jiwa Ibu Demi Generasi Unggul” yang digelar Komite PAUD Terpadu Annisa Muslimat NU Jenggot di Ballroom Hotel Dafam Pekalongan, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut menghadirkan psikolog asal Yogyakarta, Reni Apriliawati, sebagai narasumber utama. Seminar parenting ini mendapat antusiasme tinggi dari para wali murid dan masyarakat yang ingin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dalam pola pengasuhan anak usia dini.
Ketua panitia kegiatan, Sri Rahayu, menyampaikan bahwa tema kesehatan mental ibu dipilih karena selama ini perhatian terhadap pendidikan anak sering kali lebih banyak difokuskan pada perkembangan akademik dan kebutuhan fisik anak.
"Padahal, kondisi emosional seorang ibu memiliki pengaruh besar terhadap suasana pengasuhan di rumah,"katanya.
Menurutnya, melalui seminar tersebut pihak sekolah ingin mengajak para ibu agar lebih memahami pentingnya menjaga kewarasan, ketenangan, dan kebahagiaan diri sendiri agar mampu mendampingi anak dengan penuh kasih sayang serta emosi yang lebih stabil.
“Selama ini fokus kegiatan sekolah sering lebih banyak kepada anak-anak. Melalui parenting ini kami ingin para ibu juga menyadari bahwa kesehatan mental dirinya sangat penting. Ibu yang bahagia dan sehat secara emosional akan lebih mudah mendampingi anak dengan tenang,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya peran ibu dalam membangun kesehatan emosional anak sejak usia dini. Narasumber juga memberikan berbagai tips sederhana untuk mengelola stres, membangun komunikasi positif dalam keluarga, hingga pentingnya meluangkan waktu bagi diri sendiri di tengah kesibukan mengurus rumah tangga dan anak.
"Alhamdulillah, suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar tantangan pengasuhan di era modern. Selain seminar parenting, panitia juga menyediakan doorprize berupa voucher konsultasi psikologi bagi dua peserta yang beruntung,"jelas Rahayu.
Agar manfaat kegiatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, kata Rahayu, acara tersebut turut disiarkan secara langsung melalui media sosial PAUD Annisa Jenggot.
"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran kesehatan mental orang tua dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas,"ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite PAUD Annisa Jenggot, Nurul Fahmi Isnaini, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya dikelola oleh para ibu wali murid melalui komite sekolah. Ia mengaku bangga dengan semangat gotong royong dan kekompakan para wali murid yang mampu menghadirkan kegiatan edukatif dengan manfaat besar bagi keluarga.
“Kegiatan ini murni dikelola bersama oleh ibu-ibu wali murid. Alhamdulillah semangat kolaborasi dan kekompakan mereka luar biasa. Harapan kami, ke depan kegiatan seperti ini bisa terus berkembang dan menghadirkan manfaat lebih besar bagi orang tua maupun anak-anak,” tuturnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan setempat. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah, yang hadir turut mengapresiasi tingginya antusiasme para orang tua dalam mengikuti seminar parenting tersebut.
Menurut Sherly, tema kesehatan mental orang tua sangat relevan dengan kondisi saat ini karena memiliki hubungan langsung terhadap tumbuh kembang anak dan pembentukan karakter generasi masa depan. Ia menilai kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental dalam pengasuhan perlu terus digaungkan secara berkelanjutan.
“Kondisi mental orang tua yang sehat akan berdampak positif terhadap perkembangan emosional anak. Sebaliknya, apabila orang tua sering mengalami emosi tidak stabil atau mudah marah, tentu akan memengaruhi kondisi psikologis anak,” jelasnya.
Sherly menambahkan, menjaga kesehatan mental menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak. Ia pun mengajak para orang tua, khususnya para ibu, untuk mulai lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri demi mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045.
"Melalui kegiatan parenting seperti ini, kami berharap para orang tua semakin memahami bahwa pengasuhan terbaik tidak hanya lahir dari kemampuan mendidik anak, tetapi juga dari kondisi emosional orang tua yang sehat, bahagia, dan penuh kesadaran dalam menjalani perannya di keluarga,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)