Rilis Berita


Kemajuan Literasi Warga Binaan Rutan Pekalongan Semakin Meningkat

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-13 ]

Kemajuan Literasi Warga Binaan Rutan Pekalongan Semakin Meningkat

Kota Pekalongan — Program pembelajaran baca tulis yang digelar di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan terus menunjukkan hasil positif. Kemajuan kemampuan literasi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terlihat semakin meningkat dari waktu ke waktu melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Kegiatan pembelajaran tersebut kembali dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) di Ruang Pelayanan Tahanan dengan suasana yang aktif, interaktif, dan penuh semangat belajar.

Program ini dilaksanakan menggunakan metode kelas kelompok yang dipadukan dengan latihan membaca bergiliran, menulis kalimat sederhana, hingga evaluasi rutin untuk memantau perkembangan kemampuan masing-masing peserta. Pendekatan tersebut dinilai efektif karena para WBP dapat belajar bersama sekaligus saling memberikan motivasi dalam mengikuti proses pembinaan literasi.

Dalam pelaksanaannya, petugas Subseksi Pelayanan Tahanan bersama peserta magang turut berperan aktif sebagai pendamping belajar sekaligus pengajar. Mereka memberikan bimbingan secara langsung mulai dari pengenalan huruf dan kata, penyusunan kalimat sederhana, hingga latihan membaca paragraf pendek. Pendampingan yang dilakukan secara intensif tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan meningkatkan rasa percaya diri para WBP.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh, mengungkapkan bahwa perkembangan kemampuan baca tulis para WBP saat ini menunjukkan hasil pembinaan yang semakin nyata. Menurutnya, peningkatan literasi menjadi salah satu bekal penting bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan lanjutan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya.

“Perkembangan literasi WBP terus meningkat. Saat ini mereka sudah mulai mampu membaca paragraf dan menulis pengalaman sederhana. Ini menjadi bekal penting untuk pembinaan lanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program literasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga membangun rasa percaya diri, pola pikir positif, serta semangat untuk memperbaiki diri.

"Dengan kemampuan literasi yang lebih baik, warga binaan diharapkan mampu membuka wawasan serta memiliki kesiapan yang lebih matang saat menjalani reintegrasi sosial,"tuturnya.

Ia menyebut, keberhasilan program ini menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan di lingkungan Rutan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan peningkatan keterampilan dasar. Literasi menjadi pondasi penting agar warga binaan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan beradaptasi setelah selesai menjalani masa pidana.

"Ke depan, program literasi di Rutan Pekalongan akan terus dikembangkan menuju tahap yang lebih lanjut. Sejumlah rencana pengembangan telah disiapkan, mulai dari latihan menulis surat, membaca buku pendek, pelaksanaan ujian literasi, hingga pembukaan kelas pendidikan kesetaraan bagi WBP yang ingin melanjutkan pendidikan formalnya,"bebernya.

Melalui program tersebut, diharapkan para warga binaan dapat memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang lebih baik sehingga mampu menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali diterima di tengah masyarakat.

"Upaya pembinaan yang humanis dan berkelanjutan ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam mendukung proses pemasyarakatan yang lebih edukatif dan bermakna,"tegasnya.

Salah satu WBP berinisial K mengaku sangat terbantu dengan adanya program pembelajaran tersebut. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya dirinya mengalami kesulitan dalam membaca maupun menulis, namun kini perlahan mulai memahami dan mampu mengikuti proses belajar dengan baik.

“Dulu saya kesulitan membaca dan menulis. Sekarang saya sudah bisa menulis kalimat dan berani membaca di depan teman-teman. Saya ingin terus belajar agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)