[ 2026-05-13 ]
Edukasi Sejak Dini, Damkarmat Satpol P3KP Kota Pekalongan Kenalkan Pencegahan Kebakaran kepada Anak Usia Dini
Kota Pekalongan – Upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran sejak usia dini terus dilakukan oleh Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol P3KP Kota Pekalongan. Salah satunya melalui kegiatan Outing Class Edukasi Pengenalan Profesi Damkarmat dan Pencegahan Kebakaran bersama KB Aisyiyah Bendan yang digelar di Mako Satpol P3KP Kota Pekalongan, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 23 siswa KB Aisyiyah Bendan yang tampak antusias mengenal lebih dekat profesi petugas pemadam kebakaran, tugas Satpol P3KP, hingga praktik sederhana penanganan kebakaran. Anak-anak diajak melihat langsung armada pemadam kebakaran, peralatan keselamatan, hingga simulasi pemadaman api.
Kabid Damkarmat Satpol P3KP Kota Pekalongan, Kukuh Adi Sri Satyanto menjelaskan bahwa edukasi kepada anak-anak usia dini merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan pihaknya sebagai bentuk langkah preventif terhadap bahaya kebakaran.
Menurutnya, selain memperkenalkan alat-alat pemadam kebakaran, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai tugas dan fungsi Satpol P3KP Kota Pekalongan.
“Jadi sesuai tupoksi kami, ada program edukasi untuk anak TK maupun SD. Edukasi ini tidak hanya pengenalan alat-alat penanganan kebakaran, tetapi juga pengenalan tugas Satpol. Damkar itu salah satu bidang di Satpol P3KP, sehingga anak-anak juga dikenalkan fungsi dan tugas Satpol secara umum,” terang Kukuh.
Ia mengungkapkan, minat sekolah-sekolah untuk mengikuti edukasi di Mako Satpol P3KP cukup tinggi. Bahkan, dalam satu minggu pihaknya bisa menerima kunjungan hingga dua sampai tiga kali dari berbagai lembaga pendidikan.
“Antusiasnya cukup tinggi. Bahkan ada juga permintaan dari luar kabupaten. Namun sementara ini kami prioritaskan untuk sekolah-sekolah di Kota Pekalongan,” ujarnya.
Untuk prosedur pengajuan kunjungan edukasi, Kukuh menyebut pihak sekolah cukup mengirimkan surat permohonan kepada Kepala Satpol P3KP Kota Pekalongan. Jika jadwal kunjungan bersamaan dengan sekolah lain, maka akan dilakukan penjadwalan ulang.
“Silakan bersurat ke Kasatpol P3KP. Kalau jadwalnya berbarengan nanti kita atur ulang. Kalau sekolah punya permintaan hari tertentu juga bisa dikondisikan,” imbuhnya.
Kukuh menilai edukasi kebakaran bagi anak usia dini sangat penting agar sejak kecil anak-anak sudah memiliki pemahaman dasar tentang upaya pencegahan kebakaran dan langkah keselamatan diri.
“Menurut kami sangat penting sekali mengedukasi anak-anak sejak kecil agar tertanam upaya-upaya pencegahan kebakaran,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah KB Aisyiyah Bendan, Weni menyampaikan bahwa kegiatan outing class tersebut menjadi sarana pembelajaran nyata bagi anak-anak untuk mengenal profesi pemadam kebakaran secara langsung.
Ia mengatakan, selama ini anak-anak hanya mengetahui profesi damkar melalui cerita dari guru maupun tayangan di media. Dengan datang langsung ke Mako Satpol P3KP, para siswa dapat melihat dan merasakan pengalaman secara nyata.
“Tujuannya untuk pengembangan anak agar tahu pemadam kebakaran itu apa, fungsinya apa, kemudian tadi juga diperkenalkan alat-alat pemadam kebakaran. Anak-anak jadi tahu langsung,” katanya.
Weni menuturkan, sebanyak 23 siswa yang mengikuti kegiatan terlihat sangat antusias, terlebih saat melihat mobil pemadam kebakaran dan praktik pemadaman api.
“Selama ini anak-anak tahunya hanya dari cerita guru. Sekarang mereka bisa lihat langsung mobil damkar, tahu cara memadamkan api, dan praktik langsung. Mereka sangat antusias,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak.
“Harapannya anak-anak jadi tahu dan paham pemadam kebakaran itu seperti apa. Mereka senang dan mendapatkan pengalaman baru,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)