Rilis Berita


Rutan Pekalongan Luncurkan Inovasi MANJI KEREN, Layanan Antar Jemput Gratis bagi WBP

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-12 ]

Rutan Pekalongan Luncurkan Inovasi MANJI KEREN, Layanan Antar Jemput Gratis bagi WBP

Kota Pekalongan — Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan terus berupaya menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berpihak pada kebutuhan masyarakat melalui peluncuran inovasi Mobil Antar Jemput Narapidana Integrasi dan Kelompok Rentan (MANJI KEREN), yang digelar di halaman depan Rutan Pekalongan, Jumat (8/5/2026). Program ini menjadi salah satu langkah nyata Rutan Pekalongan dalam memberikan kemudahan dan perlindungan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang telah menyelesaikan masa pidananya dan akan kembali ke tengah masyarakat.

Peluncuran inovasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial P2KB, Terminal Tipe A Pekalongan, Balai Pemasyarakatan, jajaran pegawai Rutan Pekalongan, serta keluarga warga binaan yang turut menyambut baik hadirnya layanan sosial tersebut. Suasana penuh haru dan antusias tampak mewarnai kegiatan, terutama dari para keluarga warga binaan yang merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas antar jemput gratis tersebut.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto menjelaskan, MANJI KEREN merupakan inovasi yang digagas langsung oleh dirinya sebagai solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi warga binaan saat memperoleh program integrasi maupun kelompok rentan. Tidak sedikit warga binaan yang mengalami kesulitan saat hendak pulang karena tidak memiliki keluarga yang dapat menjemput, keterbatasan biaya transportasi, hingga jarak tempat tinggal yang cukup jauh dari Kota Pekalongan.

"Melalui layanan ini, Rutan Pekalongan menyediakan fasilitas kendaraan antar jemput secara gratis bagi warga binaan yang memenuhi kriteria tertentu, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, tidak memiliki akses transportasi, lansia, penyandang disabilitas, maupun kelompok rentan lainnya,"ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga binaan saat kembali ke lingkungan sosialnya. Ia menegaskan bahwa inovasi MANJI KEREN lahir dari kebutuhan nyata di lapangan dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada kemanusiaan.

“Kami ingin memastikan warga binaan yang telah menyelesaikan masa pidana dapat pulang dengan aman, tertib, dan bermartabat tanpa terbebani biaya. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial,” ujarnya.

Karutan Nanang menerangkan, proses reintegrasi sosial tidak hanya berhenti ketika warga binaan keluar dari rutan, tetapi juga membutuhkan dukungan dan perhatian agar mereka dapat kembali diterima di lingkungan masyarakat dengan baik. Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong hadirnya inovasi-inovasi pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga binaan maupun keluarganya.

"Pelaksanaan layanan MANJI KEREN juga dilakukan melalui sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi dengan Dinas Sosial P2KB, Balai Pemasyarakatan, hingga pihak transportasi menjadi bagian penting untuk memastikan proses kepulangan warga binaan berjalan lancar dan tepat sasaran,"bebernya.

Lanjut Karutan Nanang menambahkan, selain itu, dukungan lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan lanjutan setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

"Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata implementasi pemasyarakatan modern yang tidak hanya fokus pada aspek pembinaan selama menjalani pidana, tetapi juga memberikan perhatian terhadap proses transisi sosial warga binaan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif,"katanya.

Staf Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Fahrudin mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan Rutan Pekalongan melalui program MANJI KEREN. Ia menilai, program tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kelompok rentan sekaligus membantu proses adaptasi sosial warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Program ini sangat positif karena tidak hanya membantu dari sisi transportasi, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi warga binaan maupun keluarganya,"ungkapnya.

Fahrudin juga menekankan, sinergi seperti ini penting agar proses reintegrasi sosial berjalan lebih baik dan warga binaan bisa kembali diterima di lingkungan masyarakat.

"Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata implementasi pemasyarakatan modern yang tidak hanya fokus pada aspek pembinaan selama menjalani pidana, tetapi juga memberikan perhatian terhadap proses transisi sosial warga binaan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif,"tuturnya.

Melalui inovasi MANJI KEREN, ia berharap pelayanan pemasyarakatan semakin responsif, humanis, dan mampu menghadirkan dukungan nyata bagi warga binaan serta keluarganya.

"Selain membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan,"imbuhnya.

Salah satu anggota keluarga warga binaan, Imronah mengaku terharu dan bersyukur atas hadirnya layanan MANJI KEREN. Ia menuturkan bahwa keterbatasan ekonomi sempat membuat keluarganya bingung memikirkan biaya dan akses transportasi untuk menjemput anggota keluarganya yang bebas dari rutan.

“Jujur kami sempat bingung bagaimana menjemput karena jaraknya jauh dan biaya juga terbatas. Begitu tahu ada layanan gratis ini, rasanya lega sekali. Kami merasa benar-benar diperhatikan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia berharap program tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan karena sangat membantu masyarakat kecil.

"Langkah yang dilakukan Rutan Pekalongan menunjukkan bahwa pelayanan pemerintah kini semakin hadir dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat secara nyata," tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)