[ 2026-05-11 ]
Kesadaran dan Wawasan Selama Masa Kehamilan Jadi Kunci Penurunan Angka Kematian Ibu
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pelaksanaan kelas ibu hamil di seluruh puskesmas. Program tersebut menjadi salah satu langkah preventif dalam menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr Dita Rasnasuri menuturkan bahwa kelas ibu hamil merupakan kegiatan penunjang dalam upaya penurunan AKI dan AKB di Kota Pekalongan.
“Untuk tahun ini hingga bulan April tercatat ada tiga kasus angka kematian ibu. Oleh karena itu, kelas ibu hamil menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu selama masa kehamilan hingga pasca persalinan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus mengintensifkan kegiatan kelas ibu hamil yang dilaksanakan di seluruh 14 puskesmas di Kota Pekalongan dengan tujuan utama menekan angka kematian ibu dan bayi melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kelas ibu hamil tidak hanya berisi penyuluhan terkait proses kehamilan, tetapi juga memberikan pemahaman mulai sejak ibu dinyatakan hamil hingga masa nifas atau 42 hari setelah melahirkan.
“Kelas ibu hamil menjadi langkah preventif melalui edukasi dan penyuluhan. Pendampingan diberikan mulai masa kehamilan, persalinan, hingga pasca melahirkan agar ibu memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan bayi,” jelasnya.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk mendukung lahirnya generasi penerus yang sehat dan bebas stunting. Selain itu, edukasi kesehatan sejak masa kehamilan juga diperlukan untuk mendeteksi berbagai gangguan tumbuh kembang anak sedini mungkin.
“Saat ini perhatian terhadap kesehatan anak semakin penting, termasuk deteksi dini terhadap berbagai gangguan perkembangan seperti ADHD dan kelainan lainnya yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, pada tahun 2025 tercatat lima kasus angka kematian ibu. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena penurunan AKI membutuhkan pemantauan dan pengawasan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak.
Menurutnya, ibu memiliki peran sebagai ujung tombak dalam menjaga kesehatan keluarga, sehingga kesadaran dan kepatuhan dalam menjalani pemeriksaan kesehatan selama kehamilan menjadi faktor utama.
“Ibu hamil harus memperhatikan keselamatan ibu dan bayi. Selama masa kehamilan, pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan agar kondisi kesehatan dapat terus dipantau,” tuturnya.
Ia menambahkan, fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Pekalongan saat ini telah cukup lengkap untuk mendukung pelayanan ibu hamil, termasuk melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
Pihaknya berharap kelas ibu hamil dapat membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan.
“Kasus kematian ibu sering kali dipengaruhi kurangnya kesadaran dari ibu hamil sendiri, termasuk adanya penolakan terhadap tindakan medis atau pemeriksaan kesehatan tertentu. Melalui kelas ibu hamil, kami berharap pemahaman masyarakat semakin meningkat sehingga risiko tersebut dapat diminimalisir,” pungkasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)