Rilis Berita


Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Pekalongan Kembangkan Budidaya Lele untuk Warga Binaan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-11 ]

Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Pekalongan Kembangkan Budidaya Lele untuk Warga Binaan


Kota Pekalongan — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan budidaya lele sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penebaran sebanyak 2.000 benih lele di kolam budidaya ikan yang berada di area brandang Rutan Pekalongan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan penebaran benih dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Komandan Jaga Dri Martanto bersama staf bimbingan kegiatan. Menurutan Karutan Nanang, program tersebut juga melibatkan warga binaan yang turut berpartisipasi secara aktif dalam proses budidaya dengan pendampingan dari petugas rutan.

"Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya dilibatkan dalam aktivitas produktif, tetapi juga diberikan pembelajaran praktis mengenai tata cara budidaya perikanan, mulai dari penebaran benih, perawatan, pemberian pakan hingga proses pemanenan nantinya. Program ini diharapkan mampu menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat,"terangnya.

Karutan Nanang menjelaskan bahwa budidaya lele merupakan salah satu program baru yang dikembangkan Rutan Pekalongan sebagai bentuk implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung sektor ketahanan pangan. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembinaan kemandirian, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan rutan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Rutan Pekalongan. Harapannya, warga binaan memiliki pengalaman dan kemampuan yang nantinya bisa dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” tuturnya.

Ia menambahkan, hasil budidaya lele nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan makanan (BAMA) bagi warga binaan sehingga mampu membantu pemenuhan kebutuhan konsumsi di dalam rutan.

"Dengan demikian, program pembinaan tidak hanya memberikan manfaat edukatif, tetapi juga berdampak nyata terhadap penguatan kemandirian pangan,"ungkapnya.

Karutan Nanang mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 5 persen kebutuhan dapur yang dikelola vendor telah terbantu dari hasil program ketahanan pangan yang dikembangkan Rutan Pekalongan. Program budidaya lele diharapkan semakin memperkuat kontribusi tersebut seiring dengan optimalisasi berbagai sektor pembinaan produktif yang dijalankan.

"Selain mendukung kebutuhan pangan, program budidaya lele juga dinilai mampu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kerja sama di kalangan warga binaan. Keterlibatan langsung dalam proses budidaya menjadi bagian penting dari pendekatan pembinaan yang humanis dan produktif,"bebernya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis keterampilan dan pemberdayaan agar warga binaan memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi selama menjalani masa pembinaan.

"Dengan dukungan seluruh petugas dan partisipasi aktif warga binaan, program ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan rutan,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)