[ 2026-05-07 ]
Sinergi Rutan dan SKB Kota Pekalongan, Pendidikan Kesetaraan Warga Binaan Siap Dimulai
Kota Pekalongan – Komitmen menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi masa depan kembali ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan. Melalui sinergi bersama Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, program Pendidikan Kesetaraan bagi warga binaan dipastikan siap dilaksanakan mulai Juli 2026. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan koordinasi dan diskusi bersama para pemangku kepentingan pendidikan nonformal yang digelar di Kantor SKB Kota Pekalongan, Selasa (5/5/2026).
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Pekalongan, M. Anang Saefulloh, menjelaskan, pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan seluruh aspek teknis maupun non-teknis program berjalan optimal. Ia menyebut, program yang akan dilaksanakan mencakup Pendidikan Kesetaraan Paket A (setara SD) dan Paket B (setara SMP) dengan sistem pembelajaran semesteran.
"Pada tahap awal, sebanyak 21 narapidana telah didata sebagai peserta yang akan mengikuti proses pembelajaran hingga memperoleh ijazah kelulusan,"tuturnya.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam proses pembinaan warga binaan. Dengan adanya akses pendidikan yang layak, diharapkan para warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat menunjang kehidupan mereka setelah bebas nanti.
“Program ini bukan sekadar kegiatan belajar mengajar, tetapi merupakan langkah strategis dalam membuka kesempatan kedua bagi warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan percaya diri,” ungkap Anang.
Di sisi lain, pihak Rutan Pekalongan juga terus mematangkan persiapan sarana dan prasarana, termasuk penyediaan ruang kelas, modul pembelajaran, serta fasilitas pendukung lainnya guna menunjang kenyamanan dan efektivitas kegiatan belajar.
"Program Pendidikan Kesetaraan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yang menitikberatkan pada penguatan pembinaan berbasis pendidikan, peningkatan keterampilan, serta percepatan reintegrasi sosial warga binaan,"bebernya.
Sementara itu, Plt. Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, menyampaikan komitmen penuh pihaknya dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak semua warga negara tanpa terkecuali, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan.
“Kami siap bersinergi dengan Rutan Pekalongan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal. Harapannya, warga binaan bisa mendapatkan layanan pendidikan yang setara dan berkualitas,” jelas Lisa.
Dalam pelaksanaannya nanti, tenaga pengajar akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tutor SKB, pengajar dari PKBM Omah Sinau Sogan, hingga pegawai rutan yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan.
"Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)