Rilis Berita


Gratis Diantar Hingga Rumah, Rutan Pekalongan Sosialisasikan MANJI KEREN ke Seluruh WBP

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-05-04 ]

Gratis Diantar Hingga Rumah, Rutan Pekalongan Sosialisasikan MANJI KEREN ke Seluruh WBP

Kota Pekalongan — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan inklusif melalui berbagai inovasi. Salah satunya diwujudkan melalui sosialisasi program Mobil Antar Jemput Narapidana Integrasi dan Kelompok Rentan (MANJI KEREN) kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP), di Lapangan Rutan setempat, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 271 WBP dan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan M. Anang Saefulloh serta Komandan Jaga Dri Martanto. Suasana sosialisasi berlangsung tertib dan penuh antusiasme, menandakan tingginya perhatian warga binaan terhadap program yang dinilai sangat membantu proses reintegrasi mereka ke masyarakat.

Dalam pemaparannya, Karutan Nanang menjelaskan bahwa MANJI KEREN merupakan inovasi layanan unggulan yang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi narapidana yang telah memasuki masa integrasi, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki penjemput, mengalami keterbatasan ekonomi, maupun berdomisili jauh dari Rutan.

Menurutnya, layanan ini tidak hanya sebatas antar jemput biasa, tetapi menjadi bagian dari upaya memastikan proses kepulangan berjalan aman, tertib, dan penuh rasa kemanusiaan.

“Program ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga binaan, agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan tanpa hambatan, terutama dalam hal transportasi. Kami ingin memastikan mereka pulang dengan aman, layak, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menambahkan, layanan MANJI KEREN mencakup pengantaran hingga ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) maupun langsung ke rumah penerima layanan. Bahkan, cakupan wilayahnya tidak hanya dalam kota, tetapi juga menjangkau luar kota, sehingga seluruh WBP yang memenuhi kriteria dapat merasakan manfaat program ini secara merata.

"Untuk memperkuat implementasi layanan tersebut, Rutan Pekalongan juga menjalin sinergi lintas instansi, salah satunya dengan pengelola Terminal Tipe A Pekalongan. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan armada bus serta pengelolaan tiket bagi penerima layanan yang akan kembali ke daerah asal di luar kota. Dengan adanya kolaborasi ini, proses pemulangan diharapkan semakin terkoordinasi, aman, dan efisien,"tegasnya.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh, turut menegaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Menurutnya, MANJI KEREN menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perhatian kepada warga binaan hingga tahap akhir masa pembinaan.

“Melalui layanan ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak merasa sendiri saat kembali ke lingkungan masyarakat. Ini adalah bagian dari proses reintegrasi sosial yang harus kita dukung bersama,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, pihaknya berharap program MANJI KEREN dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga binaan yang membutuhkan. Lebih dari itu, inovasi ini juga diharapkan mampu memperkuat citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memberikan pelayanan yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

"Dengan semangat pelayanan yang terus ditingkatkan, kami berkomitmen untuk menghadirkan berbagai terobosan yang berdampak nyata, demi mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia,"tuturnya.

Sementara itu, respon positif juga datang dari para WBP yang mengikuti sosialisasi. Salah satu peserta berinisial AR mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap program tersebut.

Ia menilai, layanan ini memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Program ini sangat membantu kami. Kami merasa diperhatikan karena bahkan proses pulang ke rumah pun sudah dipikirkan. Ini membuat kami lebih siap untuk memulai hidup baru,” tutupnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)