Rilis Berita


Pedjagalan Reborn Jadi Ajang Pelestarian Budaya, Wawalkot Balgis Dorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-28 ]

Pedjagalan Reborn Jadi Ajang Pelestarian Budaya, Wawalkot Balgis Dorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Kota Pekalongan – Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan melalui gelaran Pedjagalan Reborn yang digelar di wilayah RW 16 Pedjagalan, Kelurahan Bendan Kergon. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-120 Kota Pekalongan, Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, turut hadir sekaligus melepas Kirab Kembar Mayang sebagai salah satu rangkaian puncak acara, Minggu pagi (26/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung meriah dan sarat makna, diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan yang antusias menyaksikan kirab budaya tersebut. Dalam sambutannya, Wawalkot Balgis menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga yang terus menjaga tradisi dan budaya lokal melalui kegiatan Pedjagalan Reborn.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam merawat warisan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

"Kami berharap Pedjagalan Reborn ini bisa terus hidup dan berkembang, menjadi ruang kebersamaan masyarakat dalam melestarikan budaya. Pemerintah Kota Pekalongan akan selalu mendukung dan memfasilitasi kegiatan seperti ini agar ke depan semakin meriah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Pekalongan. Ia optimistis, dengan pengemasan yang baik dan dukungan berbagai pihak, Pedjagalan Reborn mampu sejajar dengan tradisi besar lainnya yang telah dikenal luas.

Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah Kirab Kembar Mayang yang sarat nilai filosofis. Kembar mayang yang dirangkai dari janur kelapa, buah, dan sayuran tersebut melambangkan keberagaman masyarakat yang tetap hidup dalam harmoni.

“Kembar mayang ini mencerminkan kehidupan masyarakat kita yang beragam, namun tetap guyub rukun dan menjaga kebersamaan. Ini menjadi simbol kuat bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan dalam persatuan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawalkot Balgis juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia turut mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pedjagalan Reborn, Hamzah Faisol, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal April 2026. Diawali dengan malam tasyakuran pada 1 April yang berlangsung khidmat, dilanjutkan Workshop Kembar Mayang pada 3 April sebagai upaya edukasi sekaligus pelestarian budaya Jawa.

“Puncak acara berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2026, dengan berbagai kegiatan menarik yang terbuka untuk masyarakat secara gratis,” terangnya.

Opening ceremony yang digelar pada Jumat malam (24/4/2026) dibuka langsung oleh Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid. Acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan tari-tarian dari warga RW 16 Bendan Kergon serta hiburan musik keroncong yang menambah semarak suasana.

"Berbagai kegiatan turut memeriahkan Pedjagalan Reborn, di antaranya Festival Kembar Mayang, bazar UMKM yang menampilkan produk unggulan masyarakat lokal, pertunjukan musik, hingga kirab budaya yang menyuguhkan kekayaan tradisi khas Pekalongan,"bebernya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, kegiatan olahraga dan seni juga menjadi daya tarik tersendiri. Fun Run 5K yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) diikuti oleh 120 peserta sebagai simbol usia ke-120 Kota Pekalongan. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terlebih dengan fasilitas yang diberikan secara gratis kepada peserta.

Di hari yang sama, lomba mural turut digelar dan berhasil menarik sekitar 70 peserta dari berbagai daerah, bahkan hingga luar Pulau Jawa seperti Bali. Ajang ini menjadi wadah bagi para seniman untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkaya nilai artistik kawasan Pedjagalan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Minggu malam (26/4/2026) digelar pertunjukan tari kolosal yang melibatkan seluruh sanggar tari di Kota Pekalongan. Pertunjukan ini sekaligus memperingati Hari Tari Sedunia, menampilkan kolaborasi apik yang mencerminkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya.

Seluruh kegiatan dipusatkan di kawasan Jalan Sulawesi, Gang 8 RW 16 Pedjagalan, Bendan Kergon. Hamzah berharap, Pedjagalan Reborn tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan warga serta memperkuat identitas budaya Kota Pekalongan di usianya yang ke-120 tahun.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berkembang, menjadi kebanggaan warga sekaligus magnet wisata budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat luas,” pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)