[ 2026-04-22 ]
Panen Melon Inthanon dan Telur Omega-3, TP PKK dan Dinperpa Kota Pekalongan Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Kota Pekalongan – Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga terus digencarkan oleh Tim Penggerak PKK bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan. Salah satunya melalui kegiatan panen melon varietas Inthanon dan telur omega-3 yang dilaksanakan di Kebun B2SA dan kandang ternak yang berada di kompleks Kantor Dinperpa Kota Pekalongan, Selasa siang (21/4/2026).
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil panen yang dilakukan bersama Pokja 3 TP PKK Kota Pekalongan dan Dinperpa. Ia menyebut, panen kali ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal mampu menghasilkan produk pangan bernilai gizi dan ekonomi.
“Alhamdulillah dari Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan bersama Dinperpa, kali ini kita baru saja memanen buah melon jenis Inthanon. Walaupun ukurannya relatif kecil, namun warnanya kuning dan rasanya manis,” tutur Inggit usai kegiatan.
Ia menjelaskan, budidaya melon Inthanon tergolong cepat, dengan masa tanam hingga panen sekitar 65 hari. Seluruh buah yang dipanen kali ini telah matang sempurna sehingga siap untuk dikonsumsi.
“Setelah panen ini, tanaman akan segera diganti agar hasil berikutnya bisa lebih maksimal. Ini menjadi penyemangat bagi teman-teman TP PKK, khususnya Pokja 3, dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan bercocok tanam,” imbuhnya.
Selain melon, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan panen telur omega-3 yang dihasilkan dari budidaya ayam petelur dengan pakan khusus. Inggit menyebutkan, hasil telur tersebut secara rutin disalurkan untuk membantu penanganan anak stunting di wilayah Kota Pekalongan.
“Telur omega ini setiap hari kami sumbangkan ke kelurahan yang masih memiliki kasus stunting cukup tinggi. Harapannya bisa membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kawasan Dinperpa juga dimanfaatkan untuk berbagai budidaya lainnya seperti jeruk, serta peternakan sapi, kambing, dan ayam yang hasilnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan TP PKK dalam memberikan contoh nyata kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan pekarangan.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama PKK Pokja 3 melaksanakan panen melon, telur omega, serta mempersiapkan pembangunan greenhouse anggur. Ini merupakan bentuk pemanfaatan lahan Dinperpa sebagai percontohan budidaya yang bisa dikembangkan masyarakat,” ujarnya.
Lili mengakui bahwa hasil panen melon kali ini belum sepenuhnya optimal akibat kendala teknis saat proses pemindahan tanaman. Namun demikian, kualitas rasa tetap terjaga.
“Memang ukuran buah tidak seragam, ada yang besar dan kecil karena kemarin sempat terlambat saat pemindahan tanaman. Tapi rasanya tetap manis,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dinperpa membuka kesempatan luas bagi masyarakat yang ingin belajar budidaya pertanian maupun peternakan. Edukasi dan pendampingan siap diberikan, bahkan memungkinkan adanya fasilitasi program dari pemerintah provinsi, pusat, maupun melalui kemitraan.
“Kami hanya memberikan contoh. Jika masyarakat tertarik, silakan datang ke Dinperpa, kami siap memberikan edukasi. Bahkan ke depan, akan ada pengembangan greenhouse melon di delapan titik di tujuh kelurahan melalui kemitraan,” jelasnya.
Selain melon, Dinperpa juga mulai mengembangkan budidaya anggur sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang cocok dikembangkan di lahan terbatas perkotaan. Hal ini sejalan dengan konsep urban farming yang semakin relevan di tengah tantangan perubahan iklim.
Terkait telur omega-3, Lili menjelaskan bahwa produksi dilakukan dengan memanfaatkan ayam petelur biasa yang diberi pakan khusus sehingga menghasilkan telur dengan kandungan gizi lebih tinggi.
“Ayamnya biasa, tetapi pakannya spesifik. Dari pakan tersebut bisa menghasilkan telur omega yang kandungan proteinnya lebih tinggi,” terangnya.
Saat ini, produksi telur omega-3 masih dalam tahap pengembangan, dengan jumlah ayam sekitar 80 ekor setelah sebelumnya sempat berkurang akibat gangguan hama ular. Dalam kondisi normal, produksi telur berkisar antara 7 hingga 10 kilogram per hari, tergantung tingkat produktivitas ayam.
“Setiap hari hasilnya tidak selalu sama karena tergantung ayamnya bertelur atau tidak. Namun, setiap Jumat kami rutin menyalurkan hasil panen ke kelurahan prioritas stunting,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap semakin banyak masyarakat Kota Pekalongan yang terinspirasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
"Sinergi antara TP PKK dan Dinperpa pun diharapkan terus berlanjut dalam menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)