[ 2026-04-13 ]
Zero Halinar Digaungkan, Lapas Pekalongan Gelar Razia Blok Hunian dan Tes Urine Warga Binaan
Kota Pekalongan — Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan menggelar razia blok hunian serta tes urine bagi warga binaan, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari praktik Halinar.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso, sebelum kegiatan dimulai memberikan arahan kepada seluruh petugas yang terlibat. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pelaksanaan razia secara teliti, profesional, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP), tanpa mengesampingkan pendekatan humanis terhadap warga binaan.
“Razia dan tes urine ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Saya tekankan kepada seluruh petugas untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta tetap mengedepankan sikap humanis. Ini adalah komitmen kita bersama dalam mewujudkan Lapas yang bersih dari Halinar,” tegas Kalapas Teguh.
Ia menyebut, dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) sebagai bentuk sinergitas antarinstansi. Sebanyak dua personel Kepolisian dari Polres Pekalongan Kota serta dua personel TNI dari Kodim 0710/ Pekalongan turut berpartisipasi dalam razia tersebut.
"Kehadiran aparat eksternal ini bertujuan memastikan kegiatan berjalan optimal, transparan, serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas,"tuturnya.
Menurutnya, razia dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar kamar hunian warga binaan. Petugas memeriksa setiap sudut ruangan guna memastikan tidak adanya barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Selain itu, tes urine juga dilaksanakan secara acak kepada sejumlah warga binaan sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan represif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam pemberantasan peredaran barang terlarang, sekaligus penguatan komitmen Zero Halinar, yakni bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba,"bebernya.
Melalui kegiatan tersebut, Kalapas Teguh menegaskan bahwa, Lapas Pekalongan terus berupaya menegakkan disiplin serta tata tertib warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
"Tak hanya itu, razia dan tes urine ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan langkah ini, setiap potensi pelanggaran dapat diantisipasi sejak dini sehingga tercipta kondisi lapas yang aman dan kondusif,"ungkapnya.
Kalapas Teguh bersyukur, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Petugas tetap mengedepankan prinsip profesionalisme serta pendekatan humanis selama proses berlangsung.
"Sinergi yang terjalin antara Lapas Pekalongan dan aparat penegak hukum diharapkan mampu terus menjaga stabilitas keamanan, khususnya di lingkungan pemasyarakatan di Kota Pekalongan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)