Rilis Berita


Rutan Pekalongan Pererat Toleransi Lewat Aksi Bersih Gereja Santo Petrus

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Rutan Pekalongan Pererat Toleransi Lewat Aksi Bersih Gereja Santo Petrus

Kota Pekalongan – Momentum perayaan Paskah dimaknai secara istimewa oleh jajaran Rutan Kelas IIA Pekalongan melalui aksi sosial bersih-bersih rumah ibadah di Gereja Santo Petrus Pekalongan, Senin (6/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 sekaligus wujud nyata penguatan nilai toleransi antarumat beragama di Kota Pekalongan.

Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak kental ketika puluhan petugas pemasyarakatan bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, ruang ibadah, hingga fasilitas penunjang lainnya. Aksi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bentuk kepedulian sosial serta pengabdian kepada masyarakat lintas agama.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIA Pekalongan, M. Anang Saefulloh, menjelaskan bahwa, kegiatan ini melibatkan 25 personel yang terdiri dari pegawai, CPNS, hingga peserta magang. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari semangat Hari Bakti Pemasyarakatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

“Ini kegiatan bersih fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Untuk lokasinya, hari ini kita laksanakan di Gereja Santo Petrus Pekalongan. Ini juga merupakan jalinan kerja sama sekaligus bentuk sinergi kami dengan pihak gereja,” terang Anang di sela kegiatan.

Lebih lanjut, Anang menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan. Ia menyebut, selama ini Gereja Santo Petrus telah menjadi mitra strategis dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual warga binaan di dalam rutan.

“Ke depan kami berharap kerja sama antara Rutan Pekalongan dengan Gereja Santo Petrus semakin baik. Ini juga bagian dari upaya membangun toleransi antarumat beragama agar kehidupan masyarakat semakin rukun, saling bersinergi, dan mampu berdampingan dengan harmonis,” tambahnya.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak gereja. Sekretaris Paroki Santo Petrus, Hari, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran jajaran Rutan yang telah membantu membersihkan lingkungan gereja, terlebih di tengah suasana sukacita Paskah.

“Kami sangat bersukacita, apalagi kami baru saja merayakan Paskah. Kehadiran teman-teman dari rutan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Mereka datang dalam rangka program Hari Bakti Pemasyarakatan, salah satunya membersihkan fasilitas umum termasuk rumah ibadah,” ungkapnya.

Hari juga menuturkan bahwa hubungan antara pihak gereja dan Rutan Pekalongan telah terjalin erat melalui berbagai program pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan. Pihak gereja secara berkala mengirimkan rohaniwan untuk memberikan pelayanan ibadah dan bimbingan spiritual bagi warga binaan yang beragama Kristiani.

“Selama ini kami memiliki program kunjungan pembinaan iman bagi umat kami yang berada di rutan. Ada jadwal rutin dari romo untuk memberikan ibadah maupun bimbingan rohani. Jadi hubungan ini memang sudah terjalin dengan sangat baik,” jelasnya.

Ia menilai, melalui kegiatan ini, nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial terus digalakkan.

"Aksi sederhana seperti bersih-bersih rumah ibadah diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)