[ 2026-04-13 ]
BPBD Kota Pekalongan Sediakan Posko Mudik 24 Jam, Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Kota Pekalongan – Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan menghadirkan posko mudik yang beroperasi selama 24 jam penuh dengan berbagai fasilitas pendukung bagi para pemudik, khususnya pengguna sepeda motor.
Kepala Pelaksana (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/3/2026), mengungkapkan bahwa posko mudik tersebut telah disiapkan selama 15 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 28 Maret 2026.
“Selama periode tersebut, kami siagakan personel dan fasilitas untuk membantu para pemudik yang melintas maupun yang membutuhkan tempat istirahat,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, berbagai fasilitas telah disediakan di posko mudik BPBD guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Di antaranya tersedia minuman seperti teh dan kopi, serta makanan sederhana berupa mie instan. Selain itu, BPBD juga menyediakan tempat istirahat yang layak, mushola untuk beribadah, area parkir yang luas, serta fasilitas MCK yang dapat digunakan secara gratis oleh para pemudik.
“Memang fasilitas yang kami sediakan sederhana, namun cukup untuk membantu pemudik beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” imbuhnya.
Menurut Budi, tingkat kunjungan pemudik ke posko BPBD cenderung meningkat saat arus balik dibandingkan arus mudik. Dalam satu hari, rata-rata terdapat sekitar 10 hingga 15 pemudik yang singgah di posko tersebut, dengan mayoritas merupakan pengguna sepeda motor.
“Kalau mobil biasanya lebih memilih berhenti di rest area resmi yang menyediakan makanan lengkap. Sedangkan di sini kebanyakan pemotor yang mampir untuk sekadar istirahat,” jelasnya.
Ia menambahkan, para pemudik yang singgah berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, khususnya wilayah Solo Raya seperti Sragen, Pati, Boyolali, dan Karanganyar. Banyak dari mereka yang sudah menjadi “langganan” dan mengetahui keberadaan posko BPBD dari tahun ke tahun.
“Sebagian besar memang sudah tahu tempat ini. Bahkan ada yang setiap tahun selalu mampir ke sini saat perjalanan mudik atau balik,” katanya.
Tak hanya sebagai tempat istirahat, posko BPBD juga menjadi tempat berlindung sementara saat cuaca tidak bersahabat. Budi menuturkan, pada malam sebelumnya saat hujan turun, terdapat sekitar delapan pemudik yang memanfaatkan posko untuk berteduh.
“Ketika hujan deras, mereka berhenti untuk berteduh di sini. Ini menjadi salah satu fungsi penting dari posko kami,” tambahnya.
Dari sisi pengamanan dan pelayanan, BPBD Kota Pekalongan menyiagakan personel selama 24 jam dengan sistem piket tiga shift. Setiap shift diisi oleh delapan personel yang terdiri dari lima anggota Satgas BPBD serta tiga tenaga pendukung dari internal.
“Total ada tiga shift, masing-masing delapan jam. Jika ada kondisi darurat, kami juga bisa memanggil personel tambahan yang sedang tidak bertugas,” terang Budi.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa mayoritas pemudik yang singgah di posko saat arus balik memiliki tujuan ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Banyak di antara mereka yang membawa keluarga, termasuk anak kecil, sehingga membutuhkan waktu istirahat yang cukup di perjalanan.
“Biasanya yang kembali ke Jakarta dan Bandung cukup banyak. Mereka memanfaatkan posko ini baik siang maupun malam hari,” ungkapnya.
Dengan keberadaan posko mudik yang sudah rutin setiap tahun pada momentum arus mudik dan balik lebaran ini, ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pemudik, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan di perjalanan.
“Kami mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri jika lelah. Silakan manfaatkan posko yang tersedia, termasuk milik BPBD Kota Pekalongan, agar perjalanan tetap aman dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)