Rilis Berita


Festival Lopis Raksasa Kembali Hadir, Gunakan Lebih dari Lima Kwintal Ketan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Festival Lopis Raksasa Kembali Hadir, Gunakan Lebih dari Lima Kwintal Ketan

Kota Pekalongan – Tradisi tahunan Festival Lopis Raksasa di kawasan Krapyak Kidul Gang 8 (Gang Sembawan), Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan kembali digelar dalam rangka memeriahkan Pekan Syawalan 2026. Proses pembuatan lopis berukuran raksasa tersebut telah dimulai sejak H+2 Idulfitri dan dipastikan menggunakan bahan ketan dalam jumlah fantastis, yakni lebih dari lima kwintal.

Humas Festival Lopis Raksasa, Iwan Kurniawan, saat ditemui di lokasi pembuatan pada Rabu siang (25/3/2026), menjelaskan bahwa proses pembuatan lopis dimulai sejak Senin pagi (23/3/2026) dan dilakukan secara bertahap hingga mencapai proses akhir.

“Pembuatan dimulai hari Senin pukul 06.00 pagi sampai malam pukul 21.00. Kemudian dilanjutkan lagi hingga malam berikutnya untuk proses pembalikan, dan nanti malam ini atau Rabu malam (25/3/2026) akan dilakukan pengentasan,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa, keseluruhan proses pembuatan lopis raksasa ini memakan waktu sekitar tiga hari penuh atau 3 x 24 jam.

"Proses tersebut dilakukan dengan penuh ketelitian dan kekompakan, mengingat ukuran lopis yang jauh lebih besar dibandingkan lopis pada umumnya,"terangnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Festival Lopis Raksasa, Ahmad Zaky, mengungkapkan bahwa, terdapat sejumlah perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari segi ukuran, lopis tahun ini tampak lebih besar dan mengembang.

“Kalau dilihat sekarang, lopisnya sudah terlihat mekar dan tingginya penuh dengan penyangga besi. Diameternya juga lebih lebar dan tinggi diperkirakan lebih dari dua meter,” jelasnya.

Dari sisi bahan baku, tahun ini panitia menambah jumlah ketan yang digunakan. Jika pada tahun sebelumnya penggunaan ketan tidak mencapai lima kwintal, maka pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 535 kilogram.

“Tahun kemarin belum sampai lima kuintal. Sekarang kita tambahkan sekitar satu karung setengah, jadi totalnya sekitar 535 kilo ketan,” ungkap Zaky.

Dengan penambahan bahan tersebut, berat lopis raksasa tahun ini diperkirakan akan melampaui dua ton.

"Kalau tahun lalu sekitar dua ton, tahun ini kemungkinan besar lebih dari itu,” imbuhnya.

Meski berukuran sangat besar, lopis yang dibuat tetap satu buah sebagai ikon utama festival. Pembuatan lopis ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Remaja Mushola Darun Na'im yang berjumlah sekitar 60 orang hingga para warga setempat yang turut membantu secara gotong royong.

Dalam hal pembiayaan, Zaky menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara swadaya masyarakat, hibah pemerintah, serta dukungan sponsor.

“Sebelum ada bantuan pemerintah, masyarakat sudah lebih dulu melakukan swadaya. Jadi ini benar-benar hasil kebersamaan,” katanya.

Selain menghadirkan lopis raksasa sebagai daya tarik utama, festival tahun ini juga dikemas lebih meriah dengan tambahan panggung hiburan dan keterlibatan pelaku UMKM, meskipun jumlahnya dibatasi agar pengunjung tetap merasa nyaman.

“Kita ingin suasana lebih tertata dan pengunjung bisa menikmati acara dengan santai. Jadi UMKM tetap ada, tapi kita kurangi supaya tidak terlalu padat,” jelasnya.

Ia menilai, Festival Lopis Raksasa ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan tradisi masyarakat Krapyak Kidul dalam merayakan momen Syawalan. Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat terus dilestarikan dan mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari pemerintah daerah, untuk pengembangan di masa mendatang.

"Dengan semangat gotong royong dan antusiasme masyarakat, harapannya Festival Lopis Raksasa kembali menjadi salah satu agenda budaya yang dinanti-nantikan warga, sekaligus menjadi daya tarik wisata khas Kota Pekalongan saat momen Lebaran,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)