Rilis Berita


Hangatnya Idulfitri di Rutan Pekalongan, WBP Lepas Rindu Lewat Kunjungan Tatap Muka

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Hangatnya Idulfitri di Rutan Pekalongan, WBP Lepas Rindu Lewat Kunjungan Tatap Muka

Kota Pekalongan – Suasana haru sekaligus penuh kehangatan menyelimuti area kunjungan Rumah Tahanan (Rutan) Pekalongan pada Sabtu, 21 Maret 2026. Momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh ratusan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk melepas rindu melalui layanan kunjungan tatap muka yang dibuka secara khusus oleh pihak Rutan.

Sejak pagi hari, antrean panjang sudah terlihat di area pendaftaran. Para keluarga dengan penuh antusias membawa berbagai barang titipan dan makanan khas Lebaran untuk diberikan kepada sanak saudara mereka yang tengah menjalani masa pembinaan. Meski harus menunggu giliran, raut wajah sabar dan harap terpancar dari para pengunjung yang ingin merasakan kebersamaan, walau dalam waktu terbatas.

Beragam hidangan khas Idulfitri seperti ketupat, opor ayam, rendang, hingga sambal goreng kentang tampak menghiasi meja pemeriksaan petugas. Aroma masakan rumahan yang khas seakan menghadirkan nuansa kehangatan keluarga di tengah lingkungan Rutan. Momen ini menjadi pengobat rindu yang sangat berarti, baik bagi WBP maupun keluarga yang datang berkunjung.

Di tengah padatnya pengunjung, petugas Rutan tetap menjalankan prosedur pemeriksaan secara ketat dan teliti. Setiap barang titipan dan pengunjung diperiksa sesuai standar operasional guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Langkah ini menjadi bagian penting agar suasana kunjungan tetap kondusif tanpa mengurangi makna kebersamaan di hari yang fitri.

Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa, layanan kunjungan tatap muka ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada para warga binaan, khususnya di momen Hari Raya.

“Kami berupaya memberikan layanan yang humanis di hari yang fitri ini dengan memfasilitasi pertemuan fisik antara warga binaan dan keluarganya. Kehadiran keluarga beserta makanan khas Lebaran yang mereka bawa adalah obat rindu yang paling mujarab, sekaligus pengingat bagi para warga binaan bahwa ada orang-orang tercinta yang setia menunggu mereka pulang dengan pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Karutan Nanang menjelaskan bahwa, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung. Mulai dari penambahan personel, pengaturan jadwal kunjungan, hingga pengelolaan alur layanan agar tetap tertib dan lancar.

Menurutnya, alur kunjungan dirancang secara sistematis, dimulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan barang, ruang tunggu, hingga area pertemuan antara WBP dan keluarga. Dengan pengaturan tersebut, setiap pengunjung diharapkan mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertemu dan berbagi kebahagiaan Idulfitri bersama anggota keluarga mereka.

"Suasana haru pun tak terhindarkan saat pertemuan berlangsung. Pelukan hangat, tawa, hingga air mata kebahagiaan menjadi pemandangan yang menghiasi ruang kunjungan. Bagi para WBP, kehadiran keluarga menjadi sumber semangat untuk terus menjalani masa pembinaan dengan harapan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," terangnya.

Karutan Nanang menjelaskan, momentum Idulfitri di Rutan Pekalongan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan harapan. Di balik jeruji, kehangatan keluarga tetap hadir, membawa pesan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.

"Dengan pelayanan yang tertib, aman, dan penuh empati, pelaksanaan kunjungan tatap muka khusus Idulfitri di Rutan Pekalongan tahun ini berjalan lancar dan penuh makna, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)