Rilis Berita


Gema Takbir di Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Pekalongan Khusyuk Tunaikan Sholat Idul Fitri 1447 H

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Gema Takbir di Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Pekalongan Khusyuk Tunaikan Sholat Idul Fitri 1447 H

Kota Pekalongan – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan pada Sabtu pagi, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 21 Maret 2026. Sejak fajar menyingsing, ratusan warga binaan bersama jajaran petugas telah berkumpul di lapangan dalam rutan untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Fitri secara berjamaah.

Gema takbir yang berkumandang secara bersahut-sahutan menambah kekhusyukan suasana. Lantunan kalimat suci tersebut menggema di balik tembok tinggi dan jeruji besi, menghadirkan nuansa religius yang menyentuh hati. Momen tersebut seakan menghapus sekat antara keterbatasan fisik dengan kebebasan batin, menjadikan hari kemenangan ini tetap terasa hangat bagi seluruh warga binaan.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Sholat Id tersebut adalah Ustaz Zaidun, perwakilan dari Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada fitrah, membersihkan diri dari dosa, serta memperkuat keimanan.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan masa pembinaan di dalam rutan sebagai sarana memperbaiki diri.

“Jadikan tempat ini layaknya pesantren, tempat untuk memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak, dan menata masa depan yang lebih baik,” pesannya di hadapan para warga binaan.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di dalam rutan ini merupakan bagian dari pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan, sekaligus menjadi sarana penguatan mental dan spiritual. Meskipun tidak dapat merayakan hari raya bersama keluarga tercinta, suasana kebersamaan yang terjalin antara warga binaan dan petugas mampu menghadirkan kehangatan tersendiri.

Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan saling bersalaman antara petugas dan warga binaan.

Momen ini menjadi simbol saling memaafkan dan mempererat hubungan kemanusiaan di lingkungan rutan. Raut wajah haru dan senyum tulus tampak menghiasi suasana, mencerminkan makna Idul Fitri yang sesungguhnya," terangnya.

Sementara itu, pengamanan tetap dilakukan secara ketat oleh petugas internal rutan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Pengawasan dilakukan secara humanis tanpa mengurangi kekhusyukan jalannya ibadah.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto menyampaikan bahwa, kegiatan Sholat Ied ini merupakan puncak dari rangkaian pembinaan kepribadian yang telah dilaksanakan selama bulan suci Ramadan. Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu fokus utama dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih baik.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para warga binaan dapat merasakan ketenangan batin dan menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik awal untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pihak rutan untuk terus memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan mental spiritual. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat, sehingga mampu berkontribusi secara positif dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.

"Dengan penuh kesederhanaan namun sarat makna, pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Rutan Pekalongan diharapkan menjadi nilai-nilai religius dan kemanusiaan tetap dapat tumbuh di mana saja. Di balik jeruji, harapan dan semangat untuk memperbaiki diri terus menyala, mengiringi gema takbir yang menggema di hari yang suci," tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)